Korupsi Dana Hibah Rp 400 Juta, Pengurus Koperasi Dalihan Natolu Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Tiga pengurus koperasi Dalihan Natolu di Tapanuli Selatan dituntut pidana penjara masing-masing satu tahun enam bulan.

Korupsi Dana Hibah Rp 400 Juta, Pengurus Koperasi Dalihan Natolu Dituntut 1,5 Tahun Penjara
Tribun Medan/Azis
Tiga pengurus koperasi Dalihan Natolu, Tapanuli Selatan, dituntut pidana penjara masing-masing satu tahun enam bulan di Ruang Cakra VII Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (9/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tiga pengurus koperasi Dalihan Natolu di Tapanuli Selatan dituntut pidana penjara masing-masing satu tahun enam bulan.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa pada sidnag lanjutan di Ruang Cakra VII Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (9/2/2017).

Ketiga pengurus koperasi yakni Ahmad Tajudin Harahap selaku ketua koperasi, Hendrizal Harahap selaku sekretaris dan Ahyar Nasution selaku bendahara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oki Yudhatama mengatakan, ketiganya terbukti bersalah terkait kasus dugaan korupsi dan penyelewengan dana bantuan hibah Pemprov Sumut tahun anggaran 2010 sebesar Rp 400 juta.

"Meminta majelis hakim yang menangani perkara agar menghukum ketiga terdakwa pidana penjara satu tahun enam bulan, denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan," kata Oki di hadapan majelis hakim yang diketuai Sri Wahyuni.

Baca: Bikin Heboh, Mahasiswi UMSU Rebutan Mobil Jazz dengan Pacar Berusia 45 Tahun

Baca: Astaga Seorang Pria Coba Bakar Diri di Depan Kabah Ini Rekaman Videonya

Selain pidana penjara, ketiga terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti (UP) kerugian negara, dengan total sebesar Rp 400 juta.

"Mereka (ketiga terdakwa) sudah menitipkan uang pengganti kerugian negara ke rekening kejaksaan minggu lalu. Totalnya Rp 400 juta," ujar oki.

Jaksa menyebut, modus penyewengan dana hibah yang dilakukan para terdakwa yakni, pada tahun 2010 Koperasi Dalihan Natolu yang berada di Desa Bukkas Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapsel, telah menerima bantuan dana hibah sebesar Rp 400 juta dari Pemprov Sumut.

Ketiga terdakwa saat ini sudah dilakukan penahanan sejak 10 Agustus 2016 silam di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Salambue Kota Padangsidempuan.

Namun dikarenakan sidang dilaksanakan di Kota Medan, maka demi efesiensi waktu, maka para terdakwa dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Tanjunggusta Medan

Ketiga terdakwa dikenakan Pasal 3 jo Pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto UU No.20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU 31 tahun 1999 Junto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved