Pengembangan KEK Arun Diminta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Abdul Muthalib setuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe dikelola oleh konsorsium BUMN.

Pengembangan KEK Arun Diminta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
thinkstockphotos
Ilustrasi investasi 

TRIBUN-MEDAN.com, LHOKSEUMAWE - Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Abdul Muthalib setuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe dikelola oleh konsorsium BUMN.

"Ini urusan modal besar, tenaga profesional dan lain sebagainya,” kata pria yang akrab disapa Taliban ini, kepada Kompas.com, Sabtu (4/3/2017).

Namun, dia meminta pengelola KEK Arun Lhokseumawe ke depan melibatkan pemerintah daerah sebagai mitra strategis. Selain itu, politisi Partai Aceh ini juga meminta agar seluruh industri yang beroperasi dalam KEK Arun Lhokseumawe memaksimalkan rekrutmen tenaga kerja lokal Aceh.

Baca: Bersihkan Sungai, Ibu Rumah Tangga Temukan Peluru Meriam

“Jangan sampai warga lokal, hanya jadi penonton. Kita sudah pengalaman, ketika Exxon Mobil masuk ke Aceh, itu nyaris semuanya pekerja luar Aceh. Kami minta prioritaskan tenaga kerja lokal,” katanya.

Baca: Dua Panser Anoa Bersiaga di Depan Hotel St Regis

Selain itu, dia mendesak agar pemerintah kabupaten/kota di lingkungan KEK Arun Lhokseumawe segera bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan tenaga kerja profesional. “Sehingga tak ada alasan lagi tidak merekrut tenaga kerja lokal asal Aceh,” terangnya.

Taliban berharap KEK Arun Lhokseumawe menjadi salah satu solusi pengentasan kemiskinan dan penganggguran di Aceh. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help