TribunMedan/

Turut Berduka Cita

Aksi Seribu Lilin untuk Aldi Sibarani di Humbang Hasundutan

Dengan mengenang korban (Aldi Sibarani), segenap elemen masyarakat di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan aksi 1.000 lilin

Aksi Seribu Lilin untuk Aldi Sibarani di Humbang Hasundutan
facebook/dedieffendisimbolon
Aksi 1.000 lilin untuk Aldi Sibarani di Kabupaten Humbang Hasundutan, Minggu (5/3/2017). 

TIRBUN-MEDAN.COM - Aldi Sibarani, bocah berusia 11 tahun yang tinggal di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, yang bernasib nahas, tewas dengan cara mengenaskan di tangan ayahnya sendiri, Mangasa Sibarani, pada 12 Februari 2017 lalu.

Dengan mengenang korban (Aldi Sibarani), segenap elemen masyarakat di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan aksi solidaritas 1.000 lilin.

Aksi 1000 lilin untuk mengenang Aldi Sibarani
Aksi 1000 lilin untuk mengenang Aldi Sibarani (facebook/dedieffendisimbolon)

Aksi 1.000 lini ini pun diposting oleh akun facebook @Dedi Effendi Simbolon.

Di postingannya disebutkan, Aldi Manahata Sibarani, bocah 11 thn, korban pembunuhan oleh ayah sendiri dikenang kembali. KNPI, masyarakat, anak sekolah, dan elemen masayarakat di Kabupaten Humbahas melakukan aksi seribu lilin untuk Aldi. Sebelumnya aksi 1.000 lilin, didahului dengan kebaktian bersama untuk mendoakan Aldi, selanjutnya berjalan kaki mengiringi tragisnya kematian Aldi, Minggu (5/3/2017).

Baca: BREAKING NEWS: Dilanda Hujan Deras, Medan Johor Terendam Banjir

Baca: Tidak Hanya Wajah, Kini Daerah Kewanitaan pun Bisa Dipercantik, Bagaimana Caranya?

Sebelumnya, Aldi Sibarani dinyatakan hilang. Setelah pencarian enam hari, mayat Aldi baru ditemukan pada 18 Februari 2017 oleh warga, dan masyarakat sekitar pun langsung geger.

Dari penemuan mayat Aldi, polisi melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku pembunuhnya. Ternyata, ayahnya sendiri pelakunya.

Satreskrim Polres Humbahas menetapkan Mangasa Sibarani sebagai tersangka pelaku pembunuhan, ayah kandung korban.

Pelaku saat diamankan ke Polres Humbahas, Rabu (22/2/2017).
Pelaku saat diamankan ke Polres Humbahas, Rabu (22/2/2017). (ist)

Kapolres Humbahas AKBP Nicholas Lilipaly dalam siaran persnya kepada Tribun Medan , Rabu (22/2/2017) lalu mengatakan, Mangasa Sibarani bekerja sebagai sopir angkot. Sedangkan istrinya bekerja di Medan sebagai penjahit bersama anak bungsu dan anak sulungnya.

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help