Viral Media Sosial
Video Oknum Polisi yang Ikut Memukul Waskito saat Diamuk Massa Sudah Ditangani Propam Polri
Oknum Polisi yang terlibat pemukulan itu ternyata Anggota Polres Purbalingga, Bripda Afifat Agung sudah ditangani Propam Polri
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN-MEDAN.COM - Video yang sempat viral di media sosial, yang mana seorang anggota polisi ikut terlibat pemukulan terhadap salah seorang warga yang sedang diamuk massa di jalan raya.
Belakangan diketahui, warga yang diamuk massa yang tayang di video itu bernama Waskito Budi Utomo, di Jalan Letnan Sugani, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (2/3/2017).
Baca: Simpan 41 Kg Sabu Dalam Tanah, Satu Modus Sindikat Narkoba yang Berhasil Dipecahkan Polisi
Baca: Duh, Pasangan Diarak Keluar Tanpa Celana Usai Ketahuan Beradegan Intim di Kamar Pas Mal
Baca: Mengagetkan, Selagi Masih Hidup Jupe Tagih Janji Ahok, Akun Instagramnya Mendadak Dijejali Haters
Oknum Polisi yang terlibat pemukulan itu ternyata Anggota Polres Purbalingga, Bripda Afifat Agung.
Ia pun sudah diperiksa oleh tim Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
Afifat dianggap tidak profesional dalam melindungi Waskito Budi Utomo yang diamuk massa karena ugal-ugalan saat menyetir. Video pemukulan Waskito itu pun kemudian viral di media sosial.
"Akibat pengamanan tidak sempurna atau kurang profesional, beliau (Bripda Afifat) diperiksa Propam, bagaimana melakukan pengamanan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/3/2017).
Baca: Wow, Spanyol Menobatkan Wanita Ini Sebagai Kaisar Seks, Ini Tujuannya
Baca: Tuai Kritik nan Menohok, Begini Cara Anak Ustaz Arifin Ilham Menanggapinya
Baca: Buntut Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam, Laga Timnas Malaysia Lawan Korut Terancam Dipindah
Paparan Rikwanto, mulanya Waskito mengemudikan mobil dengan ugal-ugalan. Masyarakat pun melaporkan ke Bripda Afifat dan meminta polisi menanganinya.
Waskito menghentikan mobilnya setelah diminta oleh Bripda Afifat. Setelah diberhentikan, Waskito malah memaki-maki dengan kata-kata kasar. Kejadian itu menghambat kendaraan lain untuk lewat.
"Waskito malah melarikan diri sehingga dikejar. Dia ditemukan hampir menabrak beberapa orang dan truk," kata Rikwanto.