Lokakarya Ini Membahas Manfaat Lahan Gambut Terhadap Petani

Namun apa jadinya jika aplikasi tersebut malah merugikan petani dengan implikasi menjadikan lahan gambut sebagai ruang lindung.

Lokakarya Ini Membahas Manfaat Lahan Gambut Terhadap Petani
Tribun Medan/Silfa
Lokakarya Implikasi PP57/2016JOPP71/2014 Mau Kemana Industri Perkebunan di Lahan Gambut yang digelar di ruang IMT-GT Biro Rektor Universitas Sumatera Utara, Rabu (15/3/2017). 

Laporan wartawan Tribun Medan, Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Seyogyanya Implikasi PP57/2016JOPP71/2014 untuk mengembangkan budidaya kelapa sawit, memelihara kelestarian fungsi lahan gambut dan  meningkatkan produksi dan pendapatan produsen kelapa sawit.

Namun apa jadinya jika aplikasi tersebut malah merugikan petani dengan implikasi menjadikan lahan gambut sebagai ruang lindung.

Hal itu menjadi kesimpulan pada Lokakarya Implikasi PP57/2016JOPP71/2014 Mau Kemana Industri Perkebunan di Lahan Gambut yang digelar di ruang IMT-GT Biro Rektor Universitas Sumatera Utara, Rabu (15/3/2017).

Baca: Konsul Amerika Serikat Apresiasi Program Literasi di Sekolah Parulian 1

Baca: Sekolah Parulian 1 Aplikasikan Gerakan Literasi Sekolah

Baca: Komunitas Movement Amour Indonesia Community Gelar Pelathan Design Grafis

Prof Dr Abdul Rauf, pengantar FGD, menuturkan hasil lokakarya yang menyepakati tiga poin kekurangan PP57/2016JOPP71/2014 .

Yakni implikasi kedalaman air yang cukup dalam yakni 0,4 meter yang dianggap cukup menyerap air.

Kedua, ketinggian tanah yang harus  3 meter tidak sesuai di lapangan karena tidak bisa diaplikasikan petani melihat kontur gambut di Indonesia, implikasi ini dianggap tidak belajar dari experience di lapangan.

Halaman
12
Penulis: Silfa Humairah
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help