Home »

Cetak

Penyelamat Elnusa Pimpin Pertamina

"Sudah ditetapkan, Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama Pertamina. Mungkin sudah tahu, Pak Elia ini dari PTPN," katanya seusai RUPS Pertamina

Penyelamat Elnusa Pimpin Pertamina
SWA
Dirut PT Pertamina, Elia Massa Manik 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina menunjuk Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Pria kelahiran Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini dikenal sebagai pengentas Elnusa dari ambang kebangkrutan lantaran terseret kasus pembobolan dana di Bank Mega.

Penjelasan resmi penunjukan Massa Manik sebagai Dirut Pertamina disampaikan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan, Kementerian BUMN, Gatot Trihargo.

"Sudah ditetapkan, Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama Pertamina. Mungkin sudah tahu, Pak Elia ini dari PTPN," katanya seusai RUPS Pertamina di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (16/3).

Gatot mengungkapkan faktor kuat pemilihan Massa Manik. "Terkait leadership dan kapabilitas beliau dalam membangun perusahaan di PTPN dan perusahaan sebelumnya," ujarnya.

Kisah sukses Massa Manik juga terukir di Elnusa, perusahaan jasa migas yang juga anak perusahaan Pertamina. "Pak Elia di Elnusa sebagai CEO (chief executive officer) dari 2011 sampai 2014, dan berhasil melakukan berbagai macam capaian. Beliau juga pernah ditransportasi dan energi, rekam jejak beliau sangat membanggakan," sambung Gatot.

Elia Massa Manik menyatakan, di Pertamina, dirinya akan membentuk sistem komunikasi dan tim yang solid, serta menjunjung keterbukaan dan merangkul berbagai pihak di dalam Pertamina.

"Tentu diharapkan, saya sebagai dirut baru bisa membentuk satu komunikasi dan tim yang solid, itu kunci segalanya dan kunci dari segala itu semua keterbukaan dan bisa merangkul semua direksi dan bertanggung jawab dalam semua aspek di sendi Pertamina," katanya.

Seperti diberitakan, RUPS Pertamina, pada 3 Februari lalu, mencopot Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang dari Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama Pertamina.

Pencopotan itu dilakukan karena duet Dwi dan Ahmad justru menimbulkan "matahari kembar" di Pertamina. Kondisi Pertamina sepeninggal Dwi dan Ahmad merupakan tantangan besar bagi Massa Manik.

Halaman
12
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help