TribunMedan/
Home »

Cetak

Baca Selengkapnya Edisi Cetak

Jalan Gelap-gulita Lokasi Favorit Begal

Hampir dipastikan korban tidak akan mengenali penyamun pada saat gelap-gulita.

Jalan Gelap-gulita Lokasi Favorit Begal
Akhdi Martin Pratama
Para tersangka kasus begal dan penadahan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/8/2016). 

MEDAN, TRIBUN - Peristiwa penyamun jalanan alias begal semakin menjadi-jadi. Para penjahat kian bebas melancarkan aksinya, seperti merampas dan menjambret benda berharga pengguna jalan. Lokasi favorit mereka adalah ruas jalan-ruas jalan dalam kota yang minim penerangan jalan umum (PJU).

Kepolisian pun kesulitan mengungkap kejahatan jenis ini, karena hampir dipastikan korban tidak akan mengenali penyamun pada saat gelap-gulita.

Seperti terjadinya penjambretan beberapa hari lalu di jalan sepi dan minim penerangan jalan umum (PJU). Lokasi tepatnya di Jalan Jalan Mayjen Di Panjaitan, Kelurahan Sei Babura, Kecamatan Medan Kota.

Pristiwa ini menimpa seorang wanita bernama Dora. "Jambret, itu jambret. Jambret..." kata Dora berteriak waktu itu, seraya mengejar sepeda motor begal yang baru saja menjambret tasnya.

Dora tidak berhasil mengejar jambret. Dan dia memilih tidak melaporkan peristiwa naas yang dialaminya kepada pihak kepolisian. Menurut melapor kepada polisi adalah yang siasia, karena wajah pejambret yang beraksi terjadi malam hari dan di lokasi gelap, minim penerangan tentu saja tidak dilihatnya.

"Nggak usah melapor, bukannya kembali nanti tas ku. Biar lah gitu," ujar Dora, pasrah saat berbincang dengan Tribun-Medan.com/Harian Tribun Medan.

Wanita yang saat kejadian baru saja berbelanja dari mal di Jalan Iskandar Muda, mengutarakan dia menyesal lewat dari jalan yang gelap-gulita, sambil berharap pemerintah supaya memperbaiki lampu jalan yang padam serta menambahi jumlahnya.

"Nggak tampak dia. Tiba-tiba aja langsung ditariknya tasku. Sembunyi di daerah gelap-gelap sana dia. Kalau terang di sini tentu orang itu lebih mikir kalau mau melakukan kejahatan," kata Dora ketus.

Tidak kejahatan yang terjadi di daerah yang kurang penerangan jalan juga dialami Widia Tarigan. Perempuan, yang baru lulus dari Universitas Sumatera Utara ini menceritakan pengalamannya pernah dijambret di daerah Jalan Iskandar Muda tepatnya di dekat Plaza Telkom.

"Aku pas jalan kaki sama temanku. Baru pulang dari makan durian. Dompetku ku kempit di ketek ku. Kemudian ada dua cowok naik sepeda motor dari belakang narik dompetku. Bajuku juga ketarik sangkin kuatnya. Gelap dan sepi kali memang daerah itu," ujar Widia.

Baca selengkapnya di Harian Tribun Medan edisi Senin (20/3/2017).

Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help