TribunMedan/

Dari Balik Jeruji Perempuan Ini Minta Keadilan, Desak Polda Bongkar Kasus Korupsi Rp 24 Miliar

Pada akhirnya majelis hakim menghukum Sri Muliani dengan pidana lima tahun penjara serta denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan.

Dari Balik Jeruji Perempuan Ini Minta Keadilan, Desak Polda Bongkar Kasus Korupsi Rp 24 Miliar
Tribun Medan/Azis
Terdakwa Sri Muliani, Mantan Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Agro S Parman, menangis dan dipeluk oleh suaminya Abadi Siregar usai dituntut tujuh tahun penjara di Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (21/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Masih ingat Sri Muliani, satu dari tiga terdakwa kasus korupsi kredit fiktif Koperasi Karyawan (Kopkar) Pertamina UPMS-1 pada BRI Agro Cabang S Parman yang merugikan negara sebesar Rp 16,7 miliar dari total pencairan dana Rp 24 miliar.

Mantan Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Agro S Parman ini pernah menangis terisak-isak  setelah jaksa menuntutnya  tujuh tahun penjara di Pengadilan Tipikor Medan, 21 Desember 2015 silam.

Menangisnya Sri Muliani kala itu, karena pada kasus yang dihadapinya, ia merasa tidak bersalah dan dizalimi.

Ia merasa tuduhan  seorang koruptor yang dialamatkan padanya tidak layak disandangnya.

Baca: Kejati Sumut Periksa Pihak Bank BRI Agroniaga

Baca: Suami Kacab BRI Agro S Parman Mengamuk Istrinya Dituntut 7 Tahun

Baca: Mantan Kacab BRI Agro Dihukum 5 Tahun

Hingga pada akhirnya majelis hakim menghukum Sri Muliani dengan pidana lima tahun penjara serta denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan.

Kini, dari balik jeruji besi Rutan Klas IA Tanjunggusta, Medan, Sri Muliani meminta penyidik Polda Sumut agar membongkar tuntas kasus yang merugikan negara senilai Rp 24 miliar ini.

Halaman
12
Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help