Breaking News

Ini Permintaan Para Parbetor, Sopir Taksi dan Angkot ke Pemerintah

Sebelum memulai aksinya ribuan Parbetor ini berkumpul di Lapangan Adam Malik kemudian bergerak beriringan dengan becak bermotornya ke Kantor Wali Kota

Ini Permintaan Para Parbetor, Sopir Taksi dan Angkot ke Pemerintah
Tribun Medan / Royandi
Ramses Simbolon mengajak pengunjukrasa dari Solidaritas Angkutan Transfortasi Umum berdialog di dalam ruangan, Senin (20/3/2017). (Tribun Medan / Royandi) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ribuan pengemudi becak bermotor (Perbetor), supir angkot dan taksi yang tergabung dalam Solidaritas Angkutan Transfortasi Umum (SATU) melakukan unjuk rasa menolak keberadaan transportasi berbasis online, Senin (20/3/2017).

Sebelum memulai aksinya ribuan Parbetor ini berkumpul di Lapangan Adam Malik kemudian bergerak beriringan dengan becak bermotornya ke Kantor Wali Kota Medan, Kantor DPRD Kota Medan dan Kantor DPRD Sumut.

Para parbetor ini pun memulai orasi di depan Kantor DPRD Sumut meminta pemerintah menutup operasional angkutan umum berbasis online dan taksi gelap.

Baca: Jalan Kapten Maulana Lubis Lumpuh Total Karena Ada Ini

Dalam rangka aksi demo besar-besaran yang dilakukan oleh Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU), menuntut dihentikannya operasional angkutan berbasis   mmengakibatkan lumpuhnya jalan vital, seperti Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (20/3/3017). (Tribun Medan/Arjuna Bakkara)
Dalam rangka aksi demo besar-besaran yang dilakukan oleh Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU), menuntut dihentikannya operasional angkutan berbasis mmengakibatkan lumpuhnya jalan vital, seperti Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (20/3/3017). (Tribun Medan/Arjuna Bakkara) (Tribun Medan / Arjuna)

"Kami minta mereka ditutup," ujar Oslan Simanjuntak, koordinator unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut.

Beberapa tuntutan para pengunjukrasa ini juga disuarakan Oslan Simanjutak melalui pengeras suara seraya memanggil anggota DPRD Sumut.

"Mana DPRD ini. Saat kampanye mengaku abang becak. Sekarang ngak nampak," ujarnya.

Setelah hampir satu jam pengunjukrasa berorasi, anggota DPRD Sumut dari Komisi A, Hanafiah dan Ramses Simbolon, dari Komisi D, Baskami Ginting datang menemui pengunjuk rasa.

Perwakilan pengunjuk rasa akhirnya melakukan pertemuan dengan Komisi D yang menangani perhubungan dan Komisi A yang membidangi perizinan di kantor DPRD Sumut.

(ryd/tribun-medan.com)

Penulis: Royandi Hutasoit
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help