Marak Isu Penculikan, Ini yang Dilakukan Pihak Sekolah Sejak Dini

"Pekan lalu kita tahu infonya soal kasus penculikan anak, maka kita sampaikan langsung ke anak-anak agar lebih berhati-hati.

Marak Isu Penculikan, Ini yang Dilakukan Pihak Sekolah Sejak Dini
Tribun Medan / Mustaqim
Kepala Sekolah SD Negeri Percobaan, Paujia Rosmini (seragam PNS) dan Kepala Sekolah TK Pewarnis Medan, Lina Aryanti (jilbab hitam), Senin (20/3/2017). (Tribun Medan / Mustaqim) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Maraknya isu penculikan anak diberbagai wilayah di Indonesia akhir-akhir ini, membuat sejumlah sekolah di Kota Medan, khususnya tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) melakukan peningkatan pengawasan terhadap anak didik mereka.

Kepala Sekolah SD Negeri Percobaan Medan, Paujia Rosmini mengungkapkan setelah menerima isu itu diberbagai pemberitaan, sekolah langsung memberikan imbauan kepada seluruh siswa-siswinya setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Baca: Waduh, Dua Polisi Gadungan Ini Nekat Lakukan Tugas Layaknya Polisi

Dua polisi gadungan yang nekat melakukan razia terhadap pengendara di Jl Juanda Medan, Senin (20/3/2017). (Tribun Medan / HO)
Dua polisi gadungan yang nekat melakukan razia terhadap pengendara di Jl Juanda Medan, Senin (20/3/2017). (Tribun Medan / HO) (Tribun Medan / HO)

"Pekan lalu kita tahu infonya soal kasus penculikan anak, maka kita sampaikan langsung ke anak-anak agar lebih berhati-hati. Kalau pulang sekolah harus berada di dalam lokasi sekolah bersama satpam sampai orangtua datang menjemput dan melarang menerima pemberian orang yang tidak dikenal," kata Paujia, di ruang Tata Usaha SD Negeri Percobaan, Jalan Sei Petani No 19 Medan, Senin (20/3/2017).

Bahkan sekolah tidak segan untuk mencari tahu identitas penjemput anak, bila siswa tidak dijemput oleh orang tua atau keluarga seperti hari-hari biasanya.

Baca: Ini Permintaan Para Parbetor, Sopir Taksi dan Angkot ke Pemerintah

Dalam rangka aksi demo besar-besaran yang dilakukan oleh Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU), menuntut dihentikannya operasional angkutan berbasis   mmengakibatkan lumpuhnya jalan vital, seperti Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (20/3/3017). (Tribun Medan/Arjuna Bakkara)
Dalam rangka aksi demo besar-besaran yang dilakukan oleh Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU), menuntut dihentikannya operasional angkutan berbasis mmengakibatkan lumpuhnya jalan vital, seperti Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (20/3/3017). (Tribun Medan/Arjuna Bakkara) (Tribun Medan / Arjuna)

"Kami akan telfon orang tuanya, menanyakan apa benar yang datang ini kenal dan diminta untuk menjemput siswa. Bila benar, ya kita serahkan. Kita enggak mau siswa di sini jadi korban penculikan orang tak bertanggungjawab," jelasnya.

Hal tak jauh berbeda disampaikan Kepala Sekolah TK Pewarnis, Lina Aryanti. Pendidik yang telah mengajar selama 25 tahun di TK Pewarnis ini memperketat penjagaan di sekolah dengan melibatkan seluruh guru dan juga penjaga sekolah.

"Kita selalu waspada siapa saja yang menjempuk anak-anak, kalau tidak dikenal orang tuanya kita telfon. Anak-anak juga diberikan cerita soal penculikan di tv, kita kasih pembekalan agar jangan mau ikut sama orang yang tidak dikenal," ungkap Lina.

Baca: NEWSVIDEO: 40 Perusahaan dari Lima Negara Ikuti Pameran INPALME

Sebanyak 40 perusahaan dari lima negara ikut serta dalam event industri yang terintegrasi yang diadakan PT Hutan Gaya Indonesia, Senin (20/3/2017). (Tribun Medan / Ayu Prasandi)
Sebanyak 40 perusahaan dari lima negara ikut serta dalam event industri yang terintegrasi yang diadakan PT Hutan Gaya Indonesia, Senin (20/3/2017). (Tribun Medan / Ayu Prasandi) (Tribun Medan / Ayu)

Tindakan antisipasi lainnya yaitu dengan tetap memberi masuk siswa yang terlambat, menyediakan kelas pengaman bila anak lama dijemput, hingga meminta orang tua siswa menjemput tepat waktu.

"Tak jarang guru-guru di sini mengantarkan langsung siswa yang tak kunjung dijemput orang tuanya," ujar Lina yang sejak 2012 menjabat sebagai Kepala Sekolah TK Pewarnis Medan.

(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help