Breaking News

BREAKING NEWS: Pengemudi Mobil Sebaiknya Hindari Kawasan Stasiun Kereta Api

Guna mengurai arus lalulintas, petugas Polrestabes Medan dibantu petugas Dinas Perhubungan. Meski begitu, arus lalin tetap macet karena jumlah penarik

BREAKING NEWS: Pengemudi Mobil Sebaiknya Hindari Kawasan Stasiun Kereta Api
Tribun Medan/Array
Ribuan penarik Becak Bermotor menggelar aksi di depan kantor Wali Kota Medan Jl Kapten Maulana Lubis/Jl Raden Saleh. Akibat aksi ini, arus lalu lintas sementara waktu dialihkan, Selasa (21/2/2 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bagi Anda pengguna mobil di Kota Medan untuk saat ini sebaiknya tidak melintas di seputaran Lapangan Merdeka, persisnya di depan Stasiun Kereta Api.

Pasalnya, ratusan penarik betor (parbetor) menutup jalan karena hendak mengepung kantor Walikota Medan di Jl Kapten Maulana Lubis.

Dari pantauan Tribun, Senin (20/3/2017), kendaraan yang datang dari arah Jl HM Yamin terpaksa melintas ke arah Jl MT Haryono. Masyarakat yang hendak melintas menuju Jl Ahmad Yani terpaksa berputar-putar lantaran jalan diblokade.

Baca: Polisi Dituding Intimidasi Parbetor Sebelum Aksi

Ketua SATU Sumut, Johan Merdeka saat menyampaikan aksinya di depan DPRD Sumut, Senin (20/3/2017). (Tribun Medan / Array)
Ketua SATU Sumut, Johan Merdeka saat menyampaikan aksinya di depan DPRD Sumut, Senin (20/3/2017). (Tribun Medan / Array) (Tribun Medan / Array)

Guna mengurai arus lalulintas, petugas Polrestabes Medan dibantu petugas Dinas Perhubungan. Meski begitu, arus lalin tetap macet karena jumlah penarik betor semakin bertambah.

Berdasarkan informasi di lapangan, adapun kemacetan terjadi di Jl Ahmad Yani, Jl Hindu, dan Jl Perdana. Kendaraan yang melintas di jalan-jalan tersebut dipastikan tidak akan bergerak sama sekali.

Menurut Ketua Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU) Sumatera Utara, Johan Merdeka, aksi ini merupakan buntut keberadaan angkutan berbasis online. Johan dan para penarik betor meminta Pemko Medan menutup angkutan tersebut karena dianggap mematikan keberadaan parbetor.

(Ray/tribun-medan.com)

Penulis: ArgusA
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved