Breaking News

Polisi Dituding Intimidasi Parbetor Sebelum Aksi

Johan mengatakan, meskipun mendapat intimidasi, para parbetor tidak takut. Sebab, menyampaikan pendapat di muka umum itu diatur oleh undang-undang.

Polisi Dituding Intimidasi Parbetor Sebelum Aksi
Tribun Medan / Array
Ketua SATU Sumut, Johan Merdeka saat menyampaikan aksinya di depan DPRD Sumut, Senin (20/3/2017). (Tribun Medan / Array) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU) Sumatera Utara, Johan Merdeka menuding polisi melakukan intimidasi terhadap abang-abang becak di Kota Medan.

Sejak Minggu (19/3/2017) malam, kata Johan, beberapa petugas menyambangi pangkalan becak motor (betor) meminta agar mereka tidak demo.

"Polisi mengintimidasi kami. Mereka meminta agar kami tidak demo," kata Johan di atas mobil bak terbuka, Senin (20/3/2017).

Baca: Jokowi Bikin Kuis di Facebook, Hadiahnya 10 Sepeda

Johan mengatakan, meskipun mendapat intimidasi, para parbetor tidak takut. Sebab, menyampaikan pendapat di muka umum itu diatur oleh undang-undang.

"Penyampaian pendapat di muka umum itu sudah diatur di dalam undang-undang. Jadi kita semua tidak perlu takut kawan-kawan," teriak Johan.

Dalam aksinya, massa dikawal petugas Polrestabes Medan. Beberapa diantaranya tampak berpakaian sipil layaknya masyarakat biasa.

(Ray/tribun-medan.com)

Penulis: Array A Argus
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help