Teman-Teman Menolak Cilok Muncrat Gratis dari Mulan Jameela,Ternyata Ini Sebabnya
ia memutuskan berjualan camilan Cilok Muncrat ke kalangan temannya, mereka menolak menerima cilok gratis terus menerus darinya.
TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Penyanyi Mulan Jameela (37) mengungkapkan bahwa, sebelum ia memutuskan berjualan camilan Cilok Muncrat ke kalangan temannya, mereka menolak menerima cilok gratis terus menerus darinya.
Padahal, Mulan mengaku, ia mau saja memberi dengan cuma-cuma.
"Teman-teman aku banyak yang beli, beneran beli, karena teman-teman aku rata-rata pada enggak mau dikasih, karena kan keseringan banget dikasih sama aku. Katanya, beli aja. Ya udah," cerita Mulan dalam wawancara di kediamannya di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3/2017) malam.
Baca: Astaga! Menurut Dokter Angka Harapan Hidup Jupe Hanya 20 Persen, Ini Lima Fakta Penyakitnya
Baca: Hesty Klepek Klepek Sempat Marah pada Teman yang Sebarkan Video Ciumannya
Baca: Sandra Dewi Sediakan 6 Hari dalam Sebulan Khusus untuk Berduaan dengan Suami
Berkat dorongan kawan-kawannya itu, istri artis musik Ahmad Dhani ini mulai berani memasang harga untuk cilok yang diproduksinya untuk kalangan temannya. Untuk 400 gram, harganya Rp 69.000.
Selain cilok, ia juga menjual cireng, ceker, dan lidah sapi untuk kawan-kawannya. Ternyata, tanpa disangka, jajanan Mulan itu diminati oleh banyak temannya.
"Sempat kepikiran, seru juga ternyata ya. Itu kan awalnya hobi, aku hobi masak. Kenapa enggak? Ya, mungkin aja nanti-nanti bisa jadi usaha kuliner. Ya, mudah-mudahan," katanya.

Namun, meski tertarik, ibu empat anak ini merasa belum mampu berbisnis kuliner untuk umum.
Sebab, jika ingin membuatnya menjadi bisnis berskala besar, ia harus menyiapkannya dengan matang dan meluangkan banyak waktu.
"Ya, kalau melihat animo dari masyarakat, ya sebenarnya tertantang juga sih, karena memang khususnya kalau orang Jawa Barat makanan cilok dengan resep yang aku bikin jarang ada," ujarnya.
"Cuma, aku terus terang, kalau untuk jualan ke umum aku belum siap, karena memang kalau itu kan harus niat, ada pegawainya, ya harus pikirkan juga packaging-nya, enggak sembarangan lah. Diniatin lah, paling enggak dibenerin dulu sistemnya kayak gimana," imbuhnya.
Ia mengaku pula tak memiliki resep khusus dalam membuat cilok. Ia hanya mengingat-ingat rasa cilok yang dulu ia suka beli ketika masih menetap di Bandung.
"Kan enggak tahu tuh resepnya kayak apa. Cuma dipikir-pikir apa ya. Oh ini, ternyata benar sama rasanya. Ngarang-ngarang sendiri, ha ha ha. Cilok aku ngarang sendiri, lidah juga, cireng juga," jelasnya.