Home »

News

» Jakarta

Kasus Ahok

Ahli: Jika Gunakan Kata Merujuk, Bukan Pakai, Ahok Jadikan Al Maidah Sumber Kebohongan

"Seandainya pembicara menggunakan kata merujuk, berarti surat Al Maidah menjadi sumber (kebohongan)," kata Rahayu.

Ahli: Jika Gunakan Kata Merujuk, Bukan Pakai, Ahok Jadikan Al Maidah Sumber Kebohongan
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Prof Dr Rahayu Surtiati usai bersaksi dalam kasus Ahok 

TRIBUN-MEDAN.com - Rahayu Surtiati, ahli bahasa dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, mengatakan terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnamaatau Ahok, tidak menjadikan surat Al Maidah sebagai sumber kebohongan.

Rahayu menyatakan hal ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan salah seorang tim penasehat hukum Ahok, mengenai banyaknya tafsiran yang menyebut Ahok menjadikan surat Al Maidah sebagai sumber kebohongan.

"Saya tidak sependapat, karena ada kata 'pakai' yang bisa diartikan menggunakan," kata Rahayu, dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Baca: Perempuan Ini Teriak Lantang Sebagai Utusan Allah sebelum Sidang Ahok

Baca: Debut Luis Milla Berakhir Pahit, Timnas Indonesia U-22 Dibungkam Myanmar

Baca: Jokowi, Pabrik Semen, dan Nyawa Seorang Ibu

Baca: Patmi, Petani yang Ikut Aksi Ngecor Kaki di Depan Istana Meninggal Dunia

Rahayu berpandangan, karena Ahok menggunakan kata "pakai", berarti surat Al Maidah sebagai sarana dan keterangan alat. Menurut Rahayu, tidak ada obyek dalam pernyataan Ahok yang diduga menodai agama saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.

Rahayu mengatakan, hal ini berbeda jika Ahok menggunakan kata 'merujuk'. Dengan demikian, Ahok menjadikan Al Maidah sebagai sumber kebohongan.

"Seandainya pembicara menggunakan kata merujuk, berarti surat Al Maidah menjadi sumber (kebohongan)," kata Rahayu.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help