TribunMedan/
Home »

Cetak

Baca Selengkapnya di Harian Tribun Medan

Gara-gara Gojek, Pendapatan Tukang Becak di Kota Medan Terjun Bebas

Mereka mengaku, pascatranportasi berbasis online beroperasi di Kota Medan, pendapatan mereka terjun bebas.

Gara-gara Gojek, Pendapatan Tukang Becak di Kota Medan Terjun Bebas
Tribun Medan / Arjuna
Dalam rangka aksi demo besar-besaran yang dilakukan oleh Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU), menuntut dihentikannya operasional angkutan berbasis mmengakibatkan lumpuhnya jalan vital, seperti Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (20/3/3017). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pengemudi becak bermotor dan pengemudi angkutan kota yang tergabung di Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU) berunjuk rasa di Kantor DPRD Sumatera Utara, dan Kantor Dinas Perhubungan Kota Medan, Senin (20/3).

Mereka turun ke jalan untuk menentang keberadaan tranportasi berbasis online seperti gojek, go car, grab bike, dan grab car.  Mereka mengaku, pascatranportasi berbasis online beroperasi di Kota Medan, pendapatan mereka terjun bebas.

"Sekarang ini, kami sudah susah. Dulu sebelum ada transportasi online saya bisa mendapat Rp 75 ribu-Rp 80 ribu setiap hari. Sekarang untuk dapat Rp 15 ribu pun sudah susah," ujar pengemudi becak yang berunjuk rasa di DPRD Sumut, Jhon, kemarin.

Baca: Malangnya! Berniat Bantu Anak-Anak Seberangi Sungai, Rohman Malah Tewas Tenggelam

Baca: Sedihnya! Prajurit Ini Tak Sempat Lihat Calon Bayinya Lahir karena Tewas Ditikam Mantan Napi

Baca: Helikopter Polri Mendarat Darurat di Ladang Warga, Untung Tak Ada Korban Jiwa

Ia menuturkan, harus memenuhi kebutuhan keluargannya setiap hari, sehingga keberadaan transportasi berbasis online jadi ancaman bagi keluarganya.

"Bayangkan. Saya punya anak yang masih sekolah, dan punya istri. Dari mana saya bisa memenuhi kebutuhan keluarga kalau begini," katanya.

Ia menceritakan, saban hari, dulu sebelum ada transportasi berbasis online, disambut istrinya saat pulang menarik becak. Tapi, situasinya berubah saat ini, gara-gara uang hasil menarik becak yang dibawanya ke rumah sangat tidak cukup.

Ditanyakan apakah tidak tertarik dengan transportasi becak berbasis online, Jhon mengaku, tidak bisa karena tarif yang diambill penyedia aplikasi sangat besar.

Halaman
12
Penulis: Royandi Hutasoit
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help