TribunMedan/

Hadapi Myanmar, Ini Instruksi Luis Milla untuk Skuat Timnas U-22

Regresar yang kerap diteriakkan Milla adalah instruksi agar para penggawa Garuda Muda segera kembali ke posisi semula usai melakukan serangan.

Hadapi Myanmar, Ini Instruksi Luis Milla untuk Skuat Timnas U-22
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla saat melakukan seleksi pemain di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 25 pemain mengikuti seleksi pertama Timnas U-22 proyeksi SEA Games 2017. 

TRIBUN-MEDAN.COM - "REGRESAR, regresar!," Kata itu berulang kali diteriakkan pelatih Luis Milla, ketika memimpin latihan terakhir timnas Indonesia U-22 di di lapangan sepakbola sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Minggu (19/3).

Duel persahabatan kontra Myanmar di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (21/3) sore, akan menjadi debut Milla menangani tim Garuda Muda. Dengan reputasinya sebagai mantan pelatih tim Spanyol U 19, U20, U21, dan U23, menarik untuk melihat hasil polesan awal pelatih 51 tahun yang sejak 21 Januari lalu menggantikan Alfred Riedl ini.

Regresar yang kerap diteriakkan Milla adalah instruksi agar para penggawa Garuda Muda segera kembali ke posisi semula usai melakukan serangan ke jantung pertahanan lawan.

Baca: Ini Harga Tiket Pertandingan PSMS Medan vs Persib Bandung di Stadion Teladan

Baca: Masih Ingat Mantan Kiper PSMS yang Legendaris Ini? Nasibnya Kini Pasti Bikin Anda Terkejut

Baca: Bigmatch ! ! Minggu Depan PSMS Medan Hadapi Persib

Dalam latihan terakhir tersebut, Milla memang fokus membangun pola serangan. Pantauan Tribun di lapangan, para pemain timnas ia instruksikan melakukan operan-operan cepat dan tak terlalu lama memegang bola.

Menurut asisten pelatih, Bima Sakti, maksud Milla yang terus mengingatkan pemainnya agar cepat kembali ke posisi semula, yakni untuk mengantisipasi serangan balik lawan.

Ketika memberikan operan, Milla juga terdengar berkali-kali berteriak timing sebagai instruksi agar para pemain mampu mengoper bola dengan cepat di waktu yang tepat.

Instruksi Milla memang sangat beralasan. Myanmar, yang akan menjadi lawan mereka, punya kecepatannya. Keunggulan ini bahkan membantu The White Angels mampu melaju hinga babak semifinal Piala AFF 2016, sebelum disingkirkan Thailand dengan agregat 0-6.

Halaman
12
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help