Hadapi Myanmar, Ini Instruksi Luis Milla untuk Skuat Timnas U-22

Regresar yang kerap diteriakkan Milla adalah instruksi agar para penggawa Garuda Muda segera kembali ke posisi semula usai melakukan serangan.

Hadapi Myanmar, Ini Instruksi Luis Milla untuk Skuat Timnas U-22
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla saat melakukan seleksi pemain di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 25 pemain mengikuti seleksi pertama Timnas U-22 proyeksi SEA Games 2017. 

"Dia lebih fokus menyerang. Pemain juga diberi informasi harus tetap berpikir saat lawan melakukan counter attack. Harus ada antisipasi saat kita menyerang dan transisi untuk bertahan," ujar Bima, kemarin.

Mengenai kemungkinan formasi yang diterapkan, Bima tak menampik 4-3-3 menjadi skema awal. Namun, menurutnya, formasi itu bisa saja berubah, tergantung situasi di lapangan.

Selain fokus membangun serangan dan mengantisipasi serangan balik, pemain timnas juga diberi porsi latihan menembak di area kotak penalti. Seorang asisten pelatih lainnya terlihat memberi instruksi pada latihan tersebut. "One control, shoot," ucapnya.

Sedangkan dalam jumpa pers di Hotel Aston, Sentul, kemarin, Milla menjelaskan, tim muda yang ditanganinya masih dalam tahap konstruksi. Dalam empat tiga hari terakhir, kata Milla, menerapkan latihan teknik dan taktik.

"Bagi kami ini adalah pertandingan pertama. Jalan masih panjang. Lawan Myanmar besok untuk tahap SEA Games. Kami datang dengan kondisi terbaik," ujarnya, kemarin.

"Kami latihan satu setengah bulan, staf juga menganalisis, kumpulkan data dan melakukan latihan intensif dengan pemain. Bisa dipastikan 90 menit akan berlangsung sengit. Kami berharap pemain muda bisa memberikan yang terbaik utuk timnas," kata mantan gelandang bertahan Barcelona, dan Real Madrid tersebut.

"Untuk Myanmar, saya respek karena mereka datang dengan pemain senior dan pemain muda berbakat. Perlu saya ulangi, kami tim muda dalam tahap konstruksi akan melawan tim berpengalaman. Apapun hasilnya, saya harap bersabar, karena jalan masih panjang," kata Milla.

Adapun dalam laga melawan Myanmar, Evan Dimas belum bisa dipastikan apakah bermain sebagai starter. Gelandang Bhayangkara FC tersebut sempat dibekap cedera, ketika mengikuti seleksi tahap akhir. "Kondisi saya saat ini baik. Kalau diturunkan, saya siap melawan Myanmar," ucapnya.

Mengenai kekuatan Myanmar, Dimas memiliki sejumlah pengalaman, karena pernah beberapa kali bertemu dengan tim asuhan Gerd Zeise tersebut. "Ya, saya pernah bertemu beberapa kali. Myanmar tim bagus. Kekuatan mereka pada kecepatan. Mereka tidak mau kalah, militan dan ngotot. Kami harus mewaspadai itu," katanya.

(tribunnews/dng)

Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help