Hukuman Cambuk di Aceh Jadi Destinasi Turis Malaysia: Ini Baru Pertama Kali Saya Saksikan

Puluhan turis asal negeri jiran Malaysia berkesempatan menyaksikan pelaksanaan hukum cambuk di Kota Banda Aceh.

Hukuman Cambuk di Aceh Jadi Destinasi Turis Malaysia: Ini Baru Pertama Kali Saya Saksikan
Daily Mail
Seorang wanita asal Aceh ini menerima hukuman cambuk di depan publik karena dituduh berbuat zina 

TRIBUN-MEDAN.com – Puluhan turis asal negeri jiran Malaysia berkesempatan menyaksikan pelaksanaan hukum cambuk di Kota Banda Aceh.

Dengan menggunakan bus, para pelancong ini sengaja meluangkan waktu datang menuju Mesjid Lamteh untuk melihat langsung prosesi hukman cambuk tersebut. Mayoritas dari mereka adalah kaum perempuan.

Senator Kerajaan Malaysia mewakili Negeri Kelantan, Dato Dr Johari Bin Mat mengaku sangat respek terhadap penerapan hukuman cambuk di Aceh.

Ia berharap pelaksaan syariat Islam di Aceh bisa terus be

“Ini baru pertama kali saya menyaksikan langsung hukum cambuk di Aceh. Selama ini hanya melihat melalui video yang dibawa oleh kawan ketika ia berkunjung ke Aceh beberapa waktu lalu,” ujar Dato Dr Johari Bin Mat, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, hukum cambuk di Aceh sebagaimana yang telah ia saksikan bukan untuk menyakiti terhukum.

Baca: Dituduh Zina, Foto Wanita Ini Dihukum Cambuk Hebohkan Media Asing Hingga Jadi Headline

Baca: Dituduh Mencuri, Seorang TKI Terekam Video Disiksa dan Dicambuk di Malaysia

Baca: Perkosa Bocah Gelandangan di Kuburan, Laki-laki Ini Dihukum Cambuk

Terbukti bermesraan dengan bukan pasangan sah, perempuan ini menjalani hukuman cambuk sebanyak 23 kali, yang dilaksanakan di halaman Mesjid Lamteh, Banda Aceh, Senin (20/03/2017). Sebanyak 12 pelanggar syariat islam dihukum cambuk pada kesempatan yang sama karena terbukti melanggar hukum syariat silam.
Terbukti bermesraan dengan bukan pasangan sah, perempuan ini menjalani hukuman cambuk sebanyak 23 kali, yang dilaksanakan di halaman Mesjid Lamteh, Banda Aceh, Senin (20/03/2017). Sebanyak 12 pelanggar syariat islam dihukum cambuk pada kesempatan yang sama karena terbukti melanggar hukum syariat silam. (Daspriani Y Zamzami)

Akan tetapi, ia menilai hukum cambuk ini agar pelaku insaf dan bertaubat atas kesalahan yang telah diperbuat.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help