Jawaban Unik Terlontar dari Dansatpom TNI AU Saat Ditanya Kasus Kekerasan Wartawan

"Bos, aku kan banyak nangani perkara. Kamu ini yang mana? Coba saya ingat-ingat dulu. Kamu yang kena pukul kemarin atau bagaimana,"

Jawaban Unik Terlontar dari Dansatpom TNI AU Saat Ditanya Kasus Kekerasan Wartawan
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
BUBARKAN MASSA - Sejumlah anggota TNI AU membubarkan massa warga Sari Rejo yang melakukan aksi unjukrasa dengan memblokir jalan di kawasan Jalan Avros Medan, Sumatera Utara, Senin (15/8/2016). Unjukrasa tersebut berakhir bentrok antara warga dan TNI AU. Akibat bentrokan itu, sedikitnya empat wartawan jadi korban kekerasan oknum TNI AU. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komandan Satuan Polisi Militer TNI AU Lanud Soewondo, Mayor Cpm Nicolas Sinaga terkesan linglung ketika ditanya kelanjutan penanganan kasus kekerasan jurnalis di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia pada Agustus 2016 lalu. Nicolas mengatakan dirinya lupa.

"Ini kamu yang mana? Saya enggak ingat. Kamu kasus apa," kilahnya, Selasa (21/3/2017). Karena terkesan pura-pura tak ingat, Tribun menjelaskan bahwa turut menjadi bagian korban kekerasan oknum Paskhas TNI AU.

Setelah dijelaskan, Nicolas mengaku dirinya tengah di rumah sakit. Ia mengaku tak ingat dan lupa karena dalam keadaan tidak sehat.

"Bos, aku kan banyak nangani perkara. Kamu ini yang mana? Coba saya ingat-ingat dulu. Kamu yang kena pukul kemarin atau bagaimana," dalihnya.

Baca: Ini Satu dari Beberapa Penarik di Acara MTQ

Seorang pengunjung melihat becak Tempoe Doeloe yang terparkir di depan stan Kecamatan Medan Tembung, Selasa (21/3/2017). (Tribun Medan / Mustaqim)
Seorang pengunjung melihat becak Tempoe Doeloe yang terparkir di depan stan Kecamatan Medan Tembung, Selasa (21/3/2017). (Tribun Medan / Mustaqim) (Tribun Medan / Mustaqim)

Karena terus terkesan mengelak, Tribun menyebut anggotanya lah yang melakukan penganiayaan, namun prosesnya tak jelas. Menjawab itu, nada bicara Nicolas agak meninggi.

"Kamu jangan bilang gitu. Itu kan sudah selesai. Kan beberapa bulan lalu sudah saya jelaskan," katanya.

Ditanya maksud mengenai penyelesaian kasus ini, perwira berpangkat satu melati kuning itu berdalih sudah mengirim berkasnya ke Oditur Militer. Namun, lagi-lagi, Nicolas berkelit dengan alasan lupa kapan pastinya berkas itu diserahkan.

"Kamu kan yang didampingi LBH Medan itu kan? Sudah saya kirim pemberitahuan (kasusnya) itu ke LBH. Kamu tanya lah ke LBH," dalihnya.

Terpisah, Tim Advokasi Pers Sumut dari LBH Medan, Aidil Aditya mengaku keterangan Komandan Satuan Polisi Militer TNI AU Lanud Soewondo itu bohong. Sampai saat ini, LBH Medan tak pernah menerima berkas pemberitahuan perkembangan penyidikan kekerasan jurnalis.

"Belum ada kami terima bang. Sampai sekarang, enggak ada surat masuk dari mereka. Dari kemarin kan sudah kami minta, tapi enggak dikasih juga," kata Aidil.

(Ray/tribun-medan.com)

Penulis: Array A Argus
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help