LBH Medan Sebut Penyidikan Kekerasan Jurnalis di Sat POM TNI AU Maladministrasi

Ia mengatakan, Tim Advokasi Pers Sumut sempat mendatangi penyidik Satuan POM TNI AU Lanud Soewondo. Saat itu, penyidik POM menyebut berkasnya sudah

LBH Medan Sebut Penyidikan Kekerasan Jurnalis di Sat POM TNI AU Maladministrasi
Tribun Medan / Nanda
Wartawan Tribun Medan yang menjadi korban kekerasan TNI AU saat meliput aksi demo di Kelurahan Sarirejo usai membuat laporan ke Denpom, Kamis (18/8/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tim Advokasi Pers Sumut dari LBH Medan, Aidil Aditya benar-benar kecewa dengan cara kerja penyidikan yang dilakukan Satuan Polisi Militer TNI AU Lanud Soewondo.

Pasalnya, ketika Tim Advokasi Pers Sumut meminta surat pemberitahuan hasil penyidikan kasus kekerasan jurnalis yang mereka tangani, penyidik TNI AU tak mau memberikannya dengan alasan yang tak jelas.

"Mereka cuma mau cakap-cakap aja. Ketika kami minta, mereka enggak mau kasih. Apalagi waktu kami bahas ke hal yang lebih penting, mereka terkesan tak mau tahu. Kami yakini, penyidikan kekerasan jurnalis ini sangat maladministrasi," kata Aidil, Selasa (21/3/2017).

Baca: Jawaban Unik Terlontar dari Dansatpom TNI AU Saat Ditanya Kasus Kekerasan Wartawan

Baca: 7 Wartawan Laporkan Tindak Kekerasan Oknum TNI AU di Sarirejo

Baca: Warga Sarirejo Ini Mengaku Tak Mengerti Kenapa Mobilnya Dirusak

Baca: Bilal Mayat Sarirejo Disiksa di Depan Istri dan Anak

Baca: TNI AU Disebut Lakukan Empat Pelanggaran HAM dalam Bentrokan di Sarirejo Medan

Ia mengatakan, Tim Advokasi Pers Sumut sempat mendatangi penyidik Satuan POM TNI AU Lanud Soewondo. Saat itu, penyidik POM menyebut berkasnya sudah diserahkan ke Oditur Militer.

"Karena mereka bilang berkasnya sudah ke Oditur, kami pun menemui Oditur. Namun, pihak Oditur meminta kami menunjukkan nomor pengantar berkas," kata Aidil.

Karena tak memegang nomor pengantar berkas, Oditur meminta Tim Advokasi Pers menemui penyidik POM. Sayangnya, penyidik tak kunjung memberikan nomor pengantar sebagaimana yang dijelaskan Oditur.

"Bagaimana kami bisa tahu perkembangannya seperti apa. Sementara dari penyidik POM tak ada memberikan hasil penyidikannya ke kami," ungkap Aidil.

Penulis: Array A Argus
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help