TribunMedan/

Ngopi Sore

Mercy Pak Jokowi dan Mercy Pak SBY

Bisakah Anda sekalian membayangkan Mercy kelas super premium yang masih berusia 10 tahun? Apakah mobil ini sudah bobrok?

Mercy Pak Jokowi dan Mercy Pak SBY
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
PERTEMUAN Presiden Jokowi dan mantan presiden SBY di Istana Merdeka, beberapa waktu lalu. 

DI tengah ribut-ribut isu agama yang kian aduhai di Pilkada Jakarta dan para petani dari kawasan Pegunungan Kendeng yang mengecor kakinya sebagai bentuk protes pendirian pabrik semen, mobil kepresidenan yang ditumpangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba-tiba mogok.

Konsentrasi terhadap ribut-ribut pun terbelah. Apalagi, di saat bersamaan, Bapak Mantan, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ikut-ikutan "curhat" perihal mobil kepresidenan yang ternyata belum dikembalikannya ke negara.

Mobil kepresidenan Indonesia adalah Mercedez S-Class S600 Pullman Guard. Satu di antara mobil paling bagus dan sekaligus paling aman di dunia. Satu di antara mobil yang sasisnya sanggup menahan beban tambahan seberat kira-kira enam sampai delapan ton, untuk memenuhi kualifikasi mobil kepresidenan -pemasangan perangkat anti-bom, anti-gas beracun, dan anti-tank rocket launcher atawa bazooka.

Dalam kondisi standar pabrik, Mercedez S-Class S600 Pullman Guard aman dari peluru pistol dan revolver, granat tangan, dan peledak ringan lainnya, serta memiliki sistem pemadaman api otomatis.

Satu unit Mercedez S-Class S600 Pullman Guard dibanderol kurang lebih 800 ribu euro. Pemerintah Indonesia membeli delapan unit yang dua di antaranya kemudian diberi perangkat-perangkat tambahan sesuai kualifikasi mobil kepresidenan tadi.

MERCEDEZ S-Class S600 Pullman Guard yang merupakan mobil kepresidenan RI diparkir di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma yang akan digunakan menjemput tamu negara, Raja Salman bin Abdul Aziz dari Arab Saudi, beberapa waktu lalu.
MERCEDEZ S-Class S600 Pullman Guard yang merupakan mobil Kepresidenan RI diparkir di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma yang akan digunakan menjemput tamu negara, Raja Salman bin Abdul Aziz dari Arab Saudi, beberapa waktu lalu. (GALABERITA)

Perkara mobil kepresidenan yang mogok sesungguhnya tidak aneh-aneh betul. Secanggih-canggihnya, mobil-mobil itu tetap dijalankan oleh mesin juga. Artinya, termungkinkan untuk terjadi kesalahan yang bersifat teknis. Dalam hal mobil yang ditumpangi Jokowi, setidaknya menurut Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, mogok terjadi karena kesalahan setelan elektrik gas.

Kejadian serupa ini pernah dialami The Beast, Cadillac Limousin One, mobil kepresidenan Amerika Serikat, yang saking canggihnya sampai dijuluki pers negara itu sebagai 'The car that think its a tank', mobil yang berpikir dirinya adalah tank. The Beast atau Si Buas --nama ini diberikan mantan presiden Barack Obama-- pernah mogok dalam kunjungan kerja Obama di Israel pada pertengahan Maret 2013. Dan penyebabnya sungguh konyol sekali.

Cadillac One bermesin diesel khusus dan dijalankan dengan bahan bakar diesel yang khusus pula. Di Israel, usai diturunkan dari Globemaster C-17, pesawat khusus yang membawanya terbang ke negara manapun yang dikunjungi Presiden Amerika Serikat, mekaniknya salah mengisi bahan bakar. Cadillac One mogok lantaran diisi bahan bakar diesel biasa.

Dengan kata lain, sekali lagi, segenap kecanggihan bisa pupus dan bergeser jadi lelucon oleh human error, oleh ketidakcermatan dan kelalaian orang-orang yang ditugaskan untuk merawat dan mengawal operasionalnya.

Maka dari itu pada dasarnya tak ada yang perlu diributkan. Kecuali apabila peristiwa mogok ini diikuti oleh peristiwa lain yang membawa dampak lebih signifikan terhadap Presiden Jokowi atau malah terhadap Indonesia. Maka analisis dan investigasi yang lebih dalam perlu dilakukan.

Halaman
123
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help