TribunMedan/

Alamak, Ini Rupanya Penyebab Lintah di Danau Toba

"Saat ini manusia rame-rame mencemari Danau Toba mulai dari sampah rumah tangga, sisa-sisa pakan ikan dari Keramba Jaring Apung dan juga kotoran terna

Alamak, Ini Rupanya Penyebab Lintah di Danau Toba
Tribun Medan / Royandi
Binatang sejenis lintah yang banyak ditemui di perairan Danau Toba 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Pengamat Lingkungan, Jaya Arjuna mengutarakan bahwa penyebab paling utama munculnya biota-biota baru sejenis lintah di Danau Toba adalah limbah dari peternakan babi milik PT Allegrindo yang berlokasi di Simarjarunjung, Kabupaten Simalungun.

Namun limbah Keramba Jaring Apung (KJA) maupun limbah rumah tangga juga berpotensi menghadirkan biota-biota baru di Danau Toba sejenis lintah dan kutu air tersebut.

"Saat ini manusia rame-rame mencemari Danau Toba mulai dari sampah rumah tangga, sisa-sisa pakan ikan dari Keramba Jaring Apung dan juga kotoran ternak babi dari PT Allegrindo," ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (27/3/2017).

Menurutnya kotoran ternak babi mengandung banyak macam-macam binatang sejenis lintah dan binatang ini kerap masuk ke Danau Toba saat terjadi hujan.

Baca: Ini yang Dilakukan PD Pasar Agar Pedagang Mau Menempati Tempat Penampungan Sementara

"Perusahaan ini (PT Allegrindo) membagi-bagikan kotoran babi ke penduduk. Nah diambil penduduklah. Tapi pas hujan, kotoran babi kan kena air, airnya ini kan mengalir ke Danau Toba," ujarnya.

"Itu satu penyebab munculnya biota baru. Pastilah kotoran babi bisa. Apa yang ada dalam kotoran babi kan sama-sama tahu kita. Baunya lagi gimana," tambah Arjuna.

Menurutnya mulai sekarang pemerintah harus berpiikir untuk memperbaiki kerusakan air di Danau Toba. Mulai dari pemerintahan terkecil. Karena kalau berharap kepada pemerintah pusat saja, hal ini tidak akan terealisasi.

"Jangan harap Jakarta mau berpikir sama Danau Toba. Harusnya orang kampung sendiri yang harus berpikir tentang kampungnya," ujarnya.

www.tribun-medan.com, saat berusaha mengkonfirmasi terkait limbah peternakan babi mereka apakah ada yang masuk ke Danau Toba, manager PT Aquafarm, Akui, ketika dijumpai di Simarjarunjung tidak bersedia dijumpai.

Saat dihubungi melalui ponselnya juga menolak memberikan wawancara karena sedang tidak jam kerja.

"Sudah istirahat sekarang, jadi gak boleh lagi," ujar Akui seraya mematikan ponselnya.

(ryd/tribun-medan.com)

Penulis: Royandi Hutasoit
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help