Iklan Cetak

Kolaborasi GO-JEK dan Blue Bird Jadi Solusi Polemik Jasa Transportasi

GO-JEK dan Blue Bird meresmikan kerja sama "Kolaborasi Anak Bangsa" dengan meluncurkan layanan GO-BLUEBIRD

Kolaborasi GO-JEK dan Blue Bird Jadi Solusi Polemik Jasa Transportasi
ist
GO-BLUEBIRD 

GO-JEK dan Blue Bird meresmikan kerja sama "Kolaborasi Anak Bangsa" dengan meluncurkan layanan GO-BLUEBIRD. Melalui layanan ini, pelanggan bisa memesan taksi Blue Bird melalui aplikasi GO-JEK. Selain ingin meningkatkan layanan transportasi kepada masyarakat, melalui kolaborasi ini kedua perusahaan juga ingin berperan dalam mendorong tingkat kesejahteraan mitra pengemudi.

"Kolaborasi ini menggambarkan komitmen jangka panjang kami, baik dari GO-JEK maupun Blue Bird, untuk selalu berinovasi dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dan membantu meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi," ujar Nadiem Makarim, CEO GO-JEK Indonesia di acara peluncuran kerja sama dengan Blue Bird pekan ini. Untuk tahap awal, kerja sama ini akan berjalan di lima wilayah, yaitu Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, dan Semarang.

Bulan Februari lalu, taksi Blue Bird telah memperkuat armada GO-CAR, layanan transportasi roda empat dari GO-JEK. "GO-BLUEBIRD adalah kelanjutan dari kerja sama antara kami dan Blue Bird. Dengan adanya fitur khusus di aplikasi kami ini, pengguna aplikasi GO-JEK memiliki pilihan tambahan berkendara dari layanan salah satu brand taksi kebanggaan Indonesia," kata Nadiem.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi turut menghadiri peresmian kolaborasi tersebut. Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan, "Prinsipnya kolaborasi seperti ini harus terus dilakukan lni menjawab teknologi yang terus berkembang dan membawa perubahan positif dalam kehidupan kita.

" Lebih lanjut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi kolaborasi kedua perusahaan anak bangsa ini. "Kolaborasi ini bukti bahwa dua model layanan transportasi, baik konvensional maupun online, bisa bersatu untuk melayani konsumen. Kita akan dorong supaya kolaborasi seperti ini bisa terus ditambah," ungkap Menhub dalam sambutannya.

Azas Tigor Nainggolan, Pengamat Transportasi sependapat dengan upaya pemerintah dalam mendorong kolaborasi antara transportasi online dengan konvensional. Mekanisme ini dinilai akan menjadi solusi terhadap polemik yang tengah terjadi saat ini.

"Pemerintah juga tidak perlu mengatur berbagai hal yang tidak perlu. Yang terpenting saat ini adalah pengaturan standard pelayanan minimum yang memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna. Standard ini pun harus diatur secara nasional dan tidak diserahkan kepada pemerintah daerah," kata Tigor.

Sementara itu, Adrianto Djokosoetono, Direktur PT Blue Bird Tbk. memaparkan bahwa tujuan kolaborasi ini untuk menguntungkan pelanggan dan meningkatkan kesejahteraan pengemudi.

"Kami melihat bahwa Blue Bird dan GO-JEK memiliki misi yang sama, yaitu terus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan pelanggan. Kami harap layanan GO-BLUEBIRD dapat menjadi salah satu tambahan channel order yang semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan Blue Bird," tambah Adrianto.

Layanan GO-BLUEBIRD akan diluncurkan secara bertahap kepada para pengguna GO-JEK mulai dari pengguna Android terlebih dahulu, kemudian berlanjut kepada pengguna iOS. (*)

Editor: Ismail
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help