Warga Menangis Adukan Penembokan
Sejumlah warga Desa Tanjung Selamat Kecamatan Sunggal mendatangi kantor DPRD Deliserdang, Rabu (5/4).
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, PAKAM - Sejumlah warga Desa Tanjung Selamat Kecamatan Sunggal mendatangi kantor DPRD Deliserdang, Rabu (5/4). Mereka datang lantaran saat ini akses jalan menuju tempat tinggal mereka itu sudah terbangun tembok batu setinggi kurang lebih satu meter dan panjang 100 meter sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kedatangan warga diterima oleh Wakil Ketua DPRD, Apoan Simanungkalit.
Saat mengadukan nasibnya wargapun menangis di depan Apoan. Menurut warga. persoalan ini sudah berjalan selama empat bulan lamanya. Mereka menjelaskan kalau sebenarnya orang yang melakukan penembokan batu adalah tetangga mereka sendiri, Pian. Mereka berharap agar kasus ini bisa menjadi perhatian dari Bupati Ashari Tambunan.
" Tembok yang dibangun itu Pak berada di Gang Mekar dusun I ya dekat sama rumah kami. Pak Pian itu bilang kalau dia menembok karena memang masih tanah mertuanya. Sebenarnya lebar Gang Mekar ini ada tiga meter tapi karena ditemboknya jalan ke tempat kami jadi bersisa tinggal 50 meter lagi. Tau sendirilah Pak kalau jalan cuma segitu lebarnya apa yang mau bisa kita lakukan kendaraan susah masuk," ucap Ardono, seorang warga.
"Sayalah Pak, sebenarnya saya ini tukang becak tapi karen kejadian ini sayapun parkirkan becak saya di rumah tetangga. Tapi apa iya mau numpang di tempat orang aja. Ada 20 Kepala Keluarga yang jadi terkena dampak tembok yang dibangun ini. Pemerintah Desa dan Kecamatan sekarang pun gak punya ketegasan karena udah pernah dibuat pertemuan tapi hasilnya gak ada. Sekarang warga disuruh bayar sama dia (Pian) per meter Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. Manalah mampu kami," kata Hasan Basri warga lainnya.
Camat Sunggal, Hendra Wijaya yang ditemui di kantor Bupati mengaku juga sudah mengetahui masalah warganya ini. Menurutnya dirinyapun sudah pernah memanggil Pian sebagai orang yang melakukan pembangunan tembok. Ia mengakui kalau Pian mempunyai karakter sedikit temperamen.
" Udah pernah kita mediasinya ini. Cuma memang dia (Pian) gak mau kasih juga. Dia mau minta ganti rugi jugalah kira-kira. Ya kitapun kalau dia bersikeras kita juga akan bongkar itu tembok karena dia juga gak adanya izin mendirikan itu. Kita sekarang koordinasi sama Satpol PP karena kalau untuk menertibkan itu memang harus dari kabupaten walaupun kita punya trantib," kata Hendra Wijaya.
Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Apoan Simanungkalit mendesak agar persoalan jalan ini cepat diselesaikan oleh Camat. Menurutnya seorang Camat jangan lemah mencari solusi agar dapat memberikan kenyamanan warga.(dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/apoan-simanungkalit_20160824_201805.jpg)