Home »

Sumut

Polisi Nyamar Pembeli Narkoba Diteriaki Maling Perwira Polisi Ini Kritis Dihajar 15 Orang

"Dari hasil penyelidikan ada 11 atau 15 orang yang melakukan pengeroyokan, empat di antaranya telah diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan.''

Polisi Nyamar Pembeli Narkoba Diteriaki Maling Perwira Polisi Ini Kritis Dihajar 15 Orang
Tribun Medan / Array
AKP AR Rangkuti, petugas Ditres Narkoba Polda Sumut yang dibacoki saat menangkap bandar sabu, Kamis (6/4/2017). (Tribun Medan / Array) 

MEDAN, TRIBUN - Hingga kini polisi terus melakukan pengembangan kasus pembacokan perwira Ditres Narkoba Polda Sumut, AKP Akhirudin Rangkuti.

Peristiwa ini bermula saat pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Utara di kawasan Jalan Jermal XV terhadap bandar, Kamis (6/4), yang akhirnya menimbulkan korban dari aparat kepolisian.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyayangkan aksi provokasi yang dilakukan warga.

Maka, Jumat (7/4) dini hari tadi personel gabungan dari Polrestabes Medan dan Polda Sumut melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan empat orang pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap AKP Akhirudin Rangkuti.

"Dari hasil penyelidikan ada 11 atau 15 orang yang melakukan pengeroyokan, empat di antaranya telah diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan di Polrestabes," kata Rycko selepas salat Jumat.

Empat tersangka itu masing-masing Daman Hasibuan (33), Saparudin Pasai (40), Bayu Rizki Anandika (28) dan Khairudin (32)

Rycko menyebutkan pengeroyokan bermula dari kecurigaan bandar narkotika yang hendak menjual narkoba kepada seorang anggota Ditresnarkoba Polda Sumut berpangkat brigadir yang melakukan penyamaran.

"Ketika transaksi, tanpa diduga bandar bahwa sadar bahwa pembelinya seorang polisi yang langsung diteriaki sebagai maling oleh bandar tersebut. Teriakan itu kemudian mengundang warga untuk melakukan pengeroyokan," ungkap Rycko.

Mengetahui hal itu, AKP Akhirudin bersama ketiga temannya coba menyelamatkan anggotanya dari amukan massa. Warga yang sudah emosi tidak mempercayai bahwa mereka merupakan polisi.

"Brigadir itu kemudian diselamatkan AKP Akhirudin yang memback-up dengan menyebut mereka polisi. Namun tidak dipercayai warga dan ketika hendak melarikan diri, kereta (sepeda motor) korban terjerembab ke parit dan lalu terus mendapatkan pemukulan dari warga," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help