Hati-hati, Depresi Bisa Berujung Pada Bunuh Diri

Berdasarkan data WHO tahun 2012, diperkirakan 350 juta orang mengalami depresi. Oleh karena itu, tepat pada peringatan Hari Kesehatan Dunia 2017

Tribun Medan / HO
Psikiatri sekaligus Ketua Panitia Acara, Dr. dr Elmeida Effendy Mked Sp KJ 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Elvira Lieshanty Febryza

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Melihat beberapa berita pekan ini banyak terjadi peristiwa bunuh diri, seperti kasus bunuh diri secara live di media sosial beberapa waktu lalu.

Kejadian seperti ini kerap terjadi dikarenakan beberapa hal, satu diantaranya ialah depresi yang dialami seseorang.

Berdasarkan data WHO tahun 2012, diperkirakan 350 juta orang mengalami depresi. Oleh karena itu, tepat pada peringatan Hari Kesehatan Dunia 2017 mengambil tema Depression: Lets Talk alias Depresi: Yuk Curhat.

Baca: Anakku Orang Baik-baik dan Tidak Punya Musuh Celotehan Orangtua Korban Pembunuhan

Hal ini disampaikan oleh Psikiatri sekaligus Ketua Panitia Acara, Dr. dr Elmeida Effendy Mked Sp KJ, saat ditemui usai acara Hari Kesehatan Dunia bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) Sumatera Utara dan Jurusan Kedokteran Jiwa Universitas Sumatera Utara, memperingati hari kesehatan dunia. di Pendopo USU, Minggu (9/4/2017).

“Depresi mempengaruhi seluruh orang dari berbagai kalangan di seluruh belahan dunia. Dampaknya dapat membuat kehidupan seseorang menjadi terpuruk dan bahkan memicu terjadinya bunuh diri. Semua orang harus mencegah penyakit depresi ini agar tak mengancam diri sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Depresi merupakan suatu ganguan jiwa pada tahap awal namun sangat berakibat fatal bagi penderitanya.

Gangguan jiwa adalah suatu ketidak beresan kesehatan dengan manifestasi-manifestasi psikologis atau perilaku terkait dengan penderitaan yang nyata dan kinerja yang buruk, dan disebabkan oleh gangguan biologis, sosial, psikologis, genetik, fisis, atau kimiawi.

“Depresi dapat dialami oleh anak, dewasa dan lansia dengan tingkatan yang berbeda-beda pula mulai dari ringan, sedang dan berat. Kasus terbanyak, di kalangan lansia dan terkadang jarang terdeteksi karena gejalanya serupa dengan penyakit lainnya,”jelasnya.

Sedangkan, beberapa gejala pada penderita depresi ini ialah perasaan sedih, rasa malas, mudah lelah, merasa tidak berharga, merasa bersalah, hilang minat, perubahan pola makan dan tidur, keinginan mengakhiri hidup.

“Penderita depresi tak perlu khawatir, sebab depresi dapat sembuh.Apabila depresi masih dalam tingkatan rendah, cara yang dilakukan ialan curhat dengan keluarga atau teman yang dipercaya. Atau jika sudah terlalu berat bisa datang ke Psikiatri. Di Rumah Sakit USU juga menyediakan layanan dengan BPJS,”terangnya.

Ia berharap dengan adanya acara ini timbul kesadaran masyarakat dengan gejala depresi pada orang sekitar kita untuk membantu, setidaknya menjadi pendengar curahan hati atau menjadi pemecah masalah.

Acara ini juga diisi beberapa kegiatan seperti Colour run, body mind and gym, Talkshow dan lainnya. Dengan rangkaian yang dimulai dari tanggal 7-9 April 2017.

(cr6/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved