TribunMedan/

Cukup Bayar Parkir dan Jaga Kebersihan Jika Datang ke Pemandian Negeri Suah

Sesuai rasanya, sungai ini disebut dua rasa oleh penduduk dan dua suhu oleh wisatawan. Satu bagian bersuhu panas dan satunya lagi bersuhu dingin...

Cukup Bayar Parkir dan Jaga Kebersihan Jika Datang ke Pemandian Negeri Suah
Tribun Medan / Silfa
Pengunjung tampak mencari sumber mata air panas di sekitar Pemandian Dua Suhu 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com - Sungai Dua Rasa di Desa Negeri Suah, Deliserdang, tidak pernah kehilangan peminat pengunjung yang datang dari kalangan pecinta alam hingga wisatawan dari sekitar Kota Medan.

Pasalnya objek wisata ini menawarkan sensasi berbeda dari sungai lainnya, wisatawan dapat merasakan air panas dan dingin di waktu bersamaan karena aliran keduanya berdekatan.

Baca: NEWSVIDEO: Alamak Istri Andi Lala Masih Gunakan Alu untuk Menumbuk Makanan, Padahal . . .

Polisi membawa alu yang digunakan istri Andi Lala untuk membunuh selingkuhannya 2015 silam. Alu ini masih digunakan untuk menumbuk makanan, Senin (17/4/2017). (Tribun Medan / Victory)
Polisi membawa alu yang digunakan istri Andi Lala untuk membunuh selingkuhannya 2015 silam. Alu ini masih digunakan untuk menumbuk makanan, Senin (17/4/2017). (Tribun Medan / Victory) (Tribun Medan / Victory)

Sesuai rasanya, sungai ini disebut dua rasa oleh penduduk dan dua suhu oleh wisatawan. Satu bagian bersuhu panas dan satunya lagi bersuhu dingin walau berada di satu sungai.

Air sungai dengan dua suhu ini berasal dari dua sumber Air terjun yang berbeda suhu, Suhu panas berasal dari Air Terjun Sampuren Putih dan yang bersuhu dingin dari Sungai Lau Suruway.

Risman, penduduk, menuturkan wisatawan yang datang hanya cukup membayar uang titip parkir sepeda motor di sekitar rumah warga Rp 5000. Tidak ada pungutan retribusi untuk masuk pemandiannya, hanya cukup bayar parkir.

Baca: Harus Operasi Lutut, Striker Timnas Ingin Bertemu Ketum PSSI dan Bicarakan Tentang Ini

Indra Kelana memperlihatkan hasil rotgen dari pihak rumah sakit Elisabeth, Medan, Senin (17/4/2017). (Tribun Medan / Tommy)
Indra Kelana memperlihatkan hasil rotgen dari pihak rumah sakit Elisabeth, Medan, Senin (17/4/2017). (Tribun Medan / Tommy) (Tribun Medan / Tommy)

"Walaupun sudah ramai pengunjung, tidak ada warung ada pondok-pondok di bawah sana. Karena di kanan-kiri pemandian berupa sawah dan kebun penduduk. Jadi pengunjung hanya dihimbau menjaga kebersihan dan tidak merusak sawah atau kebun warga," katanya.

(Sil/tribun-medan.com)

Penulis: Silfa Humairah
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help