Home »

Sport

» Basket

Dispora Medan Panggil Talent Scouting dari Unimed untuk Seleksi Atlet, Ini Tugasnya

Misnan perwakilan dari Unimed mengungkapkan penilaian dilihat dari ketahanan faktor eksternal dan internal.

Dispora Medan Panggil Talent Scouting dari Unimed untuk Seleksi Atlet, Ini Tugasnya
nikson/tribun-medan.com
Atlet karate yang akan melaju ke Pekan Olahraga Nasional (PON) sedang berlatih di PPLP Sumut, Jalan Sekolah Pembangunan, Nomor 7 A, Medan Sunggal. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sebanyak 300 pelajar tingkat SMP mengikuti identifikasi bakat dan potensi dalam olahraga di Gedung PPLP Sumut, Sunggal, Medan. Hampir seluruh cabang olahraga yang terdaftar Koni Medan ikut serta dalam seleksi tersebut.

Kegiatan sebagai penjaringan anak usia dini sebagai bekal atlet untuk persiapan PON 2024 yang rencananya Sumut menjadi tuan rumah. Namun, seperti diketahui, Dispora Medan lebih mengkhususkan kepada cabor unggulan yakni tenis lapangan dan sepakbola.

Program ini melibatkan telskoting dari pakar Universitas Negeri Medan. Misnan perwakilan dari Unimed mengungkapkan penilaian dilihat dari ketahanan faktor eksternal dan internal. Selain itu juga, talent scouting (pemandu bakat) melihat kemampuan atlet pada cabornya masing-masing.

“Internal yakni fisik dan mental atlet. Eksternal yakni lingkungan alam dan peralatan. Faktor internal sesungguhnya bersumber dari kualitas atlet itu sendiri, dimana atlet yang berkualitas berarti memiliki potensi bawaan (bakat) yang sesuai dengan tuntutan cabang olahraga dan siap dikembangkan untuk mencapai prestasi puncak," katanya, Senin (17/4/2017).

Baca: Untuk Persiapkan Atlet di PON 2024, Dispora Sumut Gunakan Jasa Teleskoting

Baca: Taekwondoin Usia Dini Ramaikan Latihan Bersama

Menurut Misnan, dengan identifikasi dapat meningkatkan prestasi atlet. Tertinggalnya prestasi olahraga Indonesia lebih lamban bila dibandingkan dengan negara Cina, Jepang, Korea, Thailand bahkan Vietnam.

Katanya, perlu penataan sistem pembinaan olahraga nasional termasuk di dalamnya sistem pemanduan dan pengembangan atlet berbakat.

Kepala Bidang Pembinaan Olahraga, Azam Nasution mengatakan persiapan untuk hadapi PON 2024 perlu pembenahan leboh awal. Saat disinggung menggandeng Unimed, Azam mengatakan ada sebuah penilaian khusus dari para ahli.

"Jadi nanti akan ditemukan bakat para atlet dengan parameter yang ada. Tidak serta merta dia yang suka lari otomatis masuk ke cabang olahraga marathon. Ada parameternya, mereka yang lebih tahu. Selain itu, kita juga bekerjasama 100 klub olahraga dari beberapa cabang olahraga,” katanya.(*)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help