TribunMedan/
Home »

Cetak

Pembunuhan Sadis

Kemana Empat Surat Tanah Milik Riyanto Korban Pembunuhan Sadis Satu Keluarga?

Kasus pembunuhan Riyanto dan empat anggota keluarganya masih meninggalkan tanda tanya.

Kemana Empat Surat Tanah Milik Riyanto Korban Pembunuhan Sadis Satu Keluarga?
Tribun Medan/Danil Siregar
Petugas kepolisian menghadirkan keenam tersangka pelaku pembunuhan saat gelar kasus di Polda Sumut, Medan, Sumatera Utara, Senin (17/4/2017). Polda Sumut berhasil mengungkapkan kasus pembunuhan sekeluarga di Mabar dan menangkap seorang DPO yakni Andi Lala bersama lima orang tersangka lainnya yang diduga bermotifkan masalah utang piutang dengan korban. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kasus pembunuhan Riyanto dan empat anggota keluarganya masih meninggalkan tanda tanya.

Meski pada paparan Polda Sumut, disebutkan motif pembunuhan yang dilakukan Andi Lala Cs akibat permasalahan utang piutang untuk pembelian sabu, keluarga Riyanto tak percaya.

Keluarga tak percaya Riyanto mengonsumsi sabu, terlebih berbisnis jual beli sabu.

Murtini, ibu kandung Riyanto mencurigai kasus pembunuhan ini terkait dengan kepemilikan harta yang ingin dirampas Andi Lala. Pasalnya di rumah tempat terjadinya pembunuhan, tersimpan empat surat tanah milik Riyanto.

Murtini pun ingin sekali mengecek keberadaan surat tanah tersebut. Namun karena rumah Riyanto masih di pasang garis polisi, ia belum bisa masuk ke sana.

Baca: Ibu Riyanto Ingin Sekali Bertemu Andi Lala Sang Pembunuh Anaknya, Ini yang Mau Dilakukannya

Baca: Andi Lala Bisnis Sabu Bersama Riyanto? Martini: Sudah Dibunuhnya Anakku, Difitnahnya Lagi

"Kami belum bisa masuk ke rumah. Saya enggak tahu, apakah suratnya masih ada atau tidak," ungkapnya.

Pasalnya, dalam paparan Polda Sumut kemarin alat bukti penangkapan tidak terdapat surat tanah. Polisi hanya mengamankan tas, laptop, handphone, motor Honda Vario dan STNK-nya atas nama Riyanto dari rumah Andi Lala, serta besi pemukul yang dibuang di parit tak jauh dari TKP pembunuhan.

Hal senada juga disampaikan Wagiman, ayah kandung Riyanto. Ia mengatakan, belum bisa memastikan apakah empat surat tanah yang dipegang Riyanto masih ada atau tidak.

"Belum tahu saya. Saya belum bisa ngecek ke dalam rumah," katanya.

Murtini juga menyampaikan ingin sekali membersihkan rumah Riyanto. Jika nanti keluarga sudah diperkenankan masuk ke lokasi pembunuhan, Murtini akan membagi-bagikan baju almarhum kepada kerabat terdekat.

"Saya sudah sampaikan ke saudara perempuan ataupun yang di sini, kalau nanti sudah bisa masuk ke dalam rumah, itu baju-baju bawa saja ke kampung. Biar dibagi-bagikan sajalah," katanya.

Terkait Kinara, anak ketiga pasangan Riyanto dan Sri Ariyani, yang selamat pada peristiwa pemnuhnan, Wagiman dan Murtini sepakat tidak akan menyerahkannya kepada orang lain atau diadopsi. Mereka ingin merawat Kinara hingga besar.

"Mohon maaf, enggak akan saya kasih ke mana-mana Kinara ini. Biarlah kami yang urus," kata Murtini.(*)

Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help