Pembunuhan Sadis

Pembunuhan Suherwan Terungkap Akibat Pengakuan Roni Terhadap Polisi

"Menurut pengakuan Roni, ia mau menuruti ajakan untuk terlibat dalam kasus pembunuhan di Mabar karena takut akan sosok Andi Lala."

Pembunuhan Suherwan Terungkap Akibat Pengakuan Roni Terhadap Polisi
Tribun Medan / Mustaqim
Kasubdit III/ Jatanras Polda Sumut, AKBP Faisal F Napitupulu 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus pembunuhan terhadap Suherwan alias Iwan Kakek pada 12 Juli 2015 lalu terungkap setelah satu tersangka kasus pembunuhan sadis sekeluarga di Mabar, Roni ditangkap tim gabungan pada Selasa (11/4/2017) malam di tempat kerjanya.

Kasubdit III/ Jatanras Polda Sumut, AKBP Faisal mengatakan setelah tertangkap petugas kemudian menginterogasi Roni.

Baca: NEWSVIDEO: Babak Kedua PSMS Terlihat Ngotot Saat Menjamu Harjuna Putra

Baca: Ini Asal Muasal Istana Kellies Castle Sampai ke Perjuangan William Merebut Hati Istrinya

Ketika itu pelaku berusia 21 tahun tersebut mengaku terpaksa mengikuti perintah Andi Lala karena sang otak pembunuhan memiliki rekam jejak kelam sebelumnya.

"Menurut pengakuan Roni, ia mau menuruti ajakan untuk terlibat dalam kasus pembunuhan di Mabar karena takut akan sosok Andi Lala. Andi Lala sebelumnya pernah membunuh teman dekatnya sendiri karena selingkuh dengan istrinya," ungkap Faisal, Selasa (18/4/2017).

Untuk membuktikan hal itu, tim gabungan terus memburu Andi Lala hingga ke tempat persembunyian di Jalan Lintas Rengat, Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempes, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

"Awalnya Andi Lala sempat tak mengaku. Tapi setelah terus didesak oleh petugas, akhirnya Andi Lala mengakui pernah membunuh Suherwan pada dua tahun lalu," ungkap mantan Kasat Intel Polresta Medan itu.

Hal yang sama juga disampaikan seorang pria berinisial C yang mengizinkan Andi Lala tinggal dirumahnya selama berada di Indragiri Hilir, Riau. Bahkan selama dalam pelariannya Andi Lala melarang pemilik rumah untuk menonton televisi.

"Jadi temannya yang di Riau juga tahu kalau Andi Lala pernah membunuh sebelumnya. Sehingga dia pun segan untuk menolak tumpangan Andi Lala di rumahya. Tapi dia tidak tahu sama sekali soal pembunuhan di Mabar dan Andi Lala ditetapkan sebagai DPO," jelas Faisal.

(cr8/tribun-medan.com) 

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help