TribunMedan/

Pilgub Jakarta

Ahok Djarot Kena Kutukan Petahana, Sama Seperti Foke Nara Dikalahkan Jokowi Ahok

Kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnamadan Djarot Saiful Hidayat ( Ahok- Djarot) menambah catatan itu. Sejarah di Pemilu Indonesia berulang.

Ahok Djarot Kena Kutukan Petahana, Sama Seperti  Foke Nara Dikalahkan Jokowi Ahok
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut Tiga Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) berpelukan usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil hitung cepat (quick count) di Kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pencoblosan di pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua sudah usai dalam suasana damai.

Melegakan. Hitung cepat (quick count)sejumlah lembaga survei juga sudah kelar dilakukan. Menenangkan.

Hasilnya, pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno ( Anies-Sandi) unggul.

Menilik kemenangan Anies-Sandi yang sudah diakui lawannya ini, catatan sejarah pemilihan umum di Indonesia ternyata berulang.

Sejak Pemilihan Umum 2004, petahana (incumbent) yang dipaksa bertarung di putaran kedua selalu tumbang.

Kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnamadan Djarot Saiful Hidayat ( Ahok- Djarot) menambah catatan itu. Sejarah di Pemilu Indonesia berulang.

Memang belum panjang perjalanan Pemilu dalam arti pemilihan langsung di Indonesia. Namun, dari belum panjangnya perjalanan itu, sejarah mencatat "kutukan" bagi petahana di putaran kedua.

Tiga kutukan

Pertama, mari kita tengok Pemilu Presiden 2004 yang menjadi awal pemilihan langsung di Indonesia. Saat itu, lima pasang calon presiden dan wakil presiden maju. 

Petahana Megawati Soekarnoputri yang berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi ditantang pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, Wiranto- Salahuddin Wahid, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help