Pilgub Jakarta
Ahok Janji Percepat Sejumlah Program di di Sisa Periode Jabatannya
"Sehingga nanti kalau gubernur baru masuk, semuanya sudah (dijalankan). Minimal PR yang ada di kami sudah diusahkan semaksimal mungkin,"
TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berencana akan mempercepat realisasi berbagai program dalam sisa enam bulan masa kepemimpinannya di Jakarta.
Pasangan Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat kalah dalam hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua yang digelar Rabu (19/4/2017).
Baca: Raline Shah Unggah Foto Ini, Netizen Malah Salah Fokus, Ini Musababnya
Baca: Kapolsek Dicopot, 5 Polisi Diperiksa Propam Gara-gara 7 Tahanan Kabur
Baca: Barcelona Gagal Lolos Semifinal usai Bermain Imbang Kontra Juventus
"Kami tinggal enam bulan (menjabat), tentu kami harus kebut. Kalau kemarin kami sambung sampai tahun 2022 kami bisa lebih santai sedikit. Kalau waktunya cuma enam bulan ini, kami harus cepat kerjanya," kata Ahok di kantor DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017).
Ada beberapa program yang akan dipercepat Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok- Djarot. Pertama, terkait dengan target warga memiliki sertifikat kepemilikan lahan. Selain itu, dia berencana memasukkan pembelian bahan bangunan ke E-Katalog LKPP.
Baca: Ahok Telah Telepon dan Kirim Pesan Melalui WhatsApp ke Anies Baswedan, Apa Isinya?
Baca: Beredar Video Dian Sastro Tepis Tangan Fans, Netizen: Sombongnya Nggak Ketolongan
Baca: Tak Disangka, Ternyata Polisi Koboi dan Korban Tewas yang Diberondong Peluru Berstatus Saudara
Pembelian bahan bangunan itu untuk program bedah rumah.
"Jadi nanti kalau DKI punya pasukan merah untuk memperbaiki rumah orang, misalnya butuh berapa genteng, semen berapa harganya, pintu berapa, kami harapkan dengan dasar ini bisa menyelesaikan perbaikan semua rumah kumuh yang ada di Jakarta," kata Ahok.
Ia melanjutkan, Pemprov DKI Jakarta juga akan merealisasikan pembelian lahan dengan pembayaran 2,5 kali NJOP. Ahok menawarkan penertiban kampung kumuh dengan pembelian lahan senilai 2,5 kali NJOP.
Ahok mengatakan sudah ditawari lahan seluas 1 hektar di Cengkareng, Jakarta Barat. Lahan itu dapat dibangun rumah susun.
Baca: Berjiwa Besar, Soal Hasil Pilkada DKI, Ahok Bilang Tak Ada Rencana Gugat ke MK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ahok-coblos_20170419_105353.jpg)