Home »

News

» Jakarta

Pilgub Jakarta

Anies-Sandi Menang, Buruh Tagih UMP Jakarta Naik dari Rp 3,3 Juta Jadi Rp 4 Jutaan

“Ini sesuai dengan ini kontrak politik, penetapan upah minimum di DKI Jakarta tidak menggunakan PP 78/2015 yang oritensinya upah murah,” kata Winarso.

Anies-Sandi Menang, Buruh Tagih UMP Jakarta Naik dari Rp 3,3 Juta Jadi Rp 4 Jutaan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Buruh saat menuntut upah. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kemenangan Anies Baswesdan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI 2017 membuat para elemen pendukungnya mengingatkan bahwa pasangan ini pernah menandatangani kontrak politik. Beberapa diantaranya ialah organisasi kelompok buruh dan pekerja honorer.

“Kemenangan ini adalah kerja keras dan kerja ikhlas seluruh relawan dan tim pemenangan. Termasuk di dalamnya adalah elemen buruh,” ujar Ketua KBJ yang juga Ketua Perda KSPI DKI Jakarta, Winarso, dalam sebuah pernyataan, Kamis (19/4).

Winarso berharap, dengan gubernur yang baru, pada tahun 2018 nanti upah minimun DKI Jakarta sekurang-kurangnya sudah menyamai Karawang dan Bekasi, sebesar Rp 4 jutaan.

“Ini sesuai dengan ini kontrak politik, penetapan upah minimum di DKI Jakarta tidak menggunakan PP 78/2015 yang oritensinya upah murah,” kata Winarso.

Sesuai Peraturan Pemerintah No 78 tahun 2015 tentang Pengupahan kepada Kementerian Ketenagakerjaan, UMP DKI 2017 ditetapkan sebesar Rp 3,3 juta.

Sementara itu, pengurus DPD FSPLEM SPSI, Jayadi, berharap gubernur baru bisa segera merealisasikan KJP Plus bagi buruh dan keluarganya. Termasuk didalamnya memberikan beasiswa pendidikan gratis hingga SMA.

Forum Guru Honorer yang juga menjadi bagian dari KBJ berharap, Anies – Sandi segera mengangkat guru dan tenaga pendukung honorer sekolah-sekolah negeri di wilayah DKI Jakarta menjadi Aparatur Sipil Negara, serta tingkatkan upah dan tunjangan guru swasta (PAUD, Madrasah, dan Yayasan) setara UMP.

“Hal itu sesuai dengan isi dari kontrak politik antara buruh dan Anies – Sandi,” ujar salah satu pengurus Forum Guru Honorer, Hamdi.

Sementara itu, aktivis ASPEK Indonesia, Rebo, mengingatkan gubernur baru terkait perumahan. Termasuk di dalamnya adalah janji fasilitas pembelian rumah dengan DP 0%.

Senada dengan itu, Aktivis SPN, Ari, berharap koperasi-koperasi buruh untuk menjadi mitra Pemprov DKI Jakarta dalam membantu kesejahteraan buruh DKI Jakarta, serta memberi peluang bagi buruh untuk berpartisipasi dalam program OK OCE.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help