Home »

Sumut

Bertentangan dengan Budaya, Pemkab Ini Buat Perda Larangan Penjualan Minuman Ini

"Ini juga bertentangan dengan budaya kita dan budaya masyarakat Kabupaten Langkat yang terkenal dengan budaya melayu yang sopan santun dan relijius,"

Bertentangan dengan Budaya, Pemkab Ini Buat Perda Larangan Penjualan Minuman Ini
Tribun Medan / HO
Wakil Bupati Langkat Sulistianto bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama saat sosialisasi perda alkohol Kamis (20/4/2017). (Tribun Medan / HO) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Joseph Wesly Ginting's

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang perda pelarangan minuman berakohol digelar di gedung Peknasos Stabat, Kamis (20/4/2016). Perda pelarangan minuman keras sudah dalam pembahasan pihak DPRD Langkat beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Kabupaten Langkat Nurul Azhar Lubis, mengatakan, larangan mengkonsumsi minuman keras atau minuman yang mengandung alkohol bukan hanya larangan dalam agama Islam, akan tetapi semua agama melarang hal tersebut.

Baca: NEWSVIDEO: Kondisi Kinara Kian Hari Semakin Baik, Namun Sikap Traumatiknya . . . .

Baca: Dalam Hal Ini, Sabar Sarankan Disdukcapil Minta Bantuan Satpol PP

"Ini juga bertentangan dengan budaya kita dan budaya masyarakat Kabupaten Langkat yang terkenal dengan budaya melayu yang sopan santun dan relijius," menurutnya.

Anggota DPRD Langkat H Acai Ismail mengapresias perda pelarangan miras tersebut. Katanya, minuman berakohol lebih banyak mudarat dari pada faedahnya.

"Saya khusus sangat menyetujui peraturan tersebut. Karena minuman berakohol lebib banyak mudarat dari pada faedah," katanya.

Menurut politisi Partai Nasdem ini, beberapa waktu lalu dia dan anggota DPRD lain sudah membahas permasalahan ini. Bahkan dalam rapat tersebut seluruh anggota telah mengambil mufakat membentuk Perda.

(Wes/tribun-medan.com)

Penulis: Joseph Wesly Ginting
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help