Home »

Sumut

Ini yang Harus Diketahui Pelanggan Terkait Kebutuhan Tirtanadi Dalam Hal Pengolahan Air

"Perlu diketahui bahwa PDAM Tirtanadi bukanlah perusahaan daerah yang bersifat business oriented. Akan tetapi kami bersifat social oriented."

Ini yang Harus Diketahui Pelanggan Terkait Kebutuhan Tirtanadi Dalam Hal Pengolahan Air
Tribun Medan / HO
Masyarakat pelanggan terlihat serius mendengarkan penjelasan terkait sosialisasi kenaikan tarif air PDAM Tirtanadi di Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (20/4/2017). (Tribun Medan / HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Untuk memberikan pelayanan yang prima terhadap kebutuhan air bersih kepada masyarakat, seluruh perusahaan daerah air minum (PDAM) di Indonesia haruslah 'sehat', termasuk PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara.

Oleh sebab itu, agar seluruh PDAM ini 'sehat', maka tarif yang diterapkan kepada pelanggan haruslah sesuai dengan kondisi yang ada sekarang.

Pasalnya, pembiayaan operasional yang dilakukan untuk memproduksi air bersih itu berasal dari tarif yang dikenakan kepada pelanggan.

"Perlu diketahui bahwa PDAM Tirtanadi bukanlah perusahaan daerah yang bersifat business oriented. Akan tetapi kami bersifat social oriented. Karena itu, kami tidak bisa semena-mena dalam membuat aturan, apalagi dalam menyesuaikan tarif," kata Ketua Tim Penyesuaian Tarif Air PDAM Tirtanadi Sumut, Zulkifli Lubis pada acara Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air PDAM Tirtanadi di Kantor Lurah Martubung Jalan Pancing 1 Kecamatan Medan Labuhan.

Baca: Tak Hanya Alexis, Anies Janji Tutup Semua Lokasi Prostitusi yang Melanggar

Karena itu, katanya, pemerintah melalui Tirtanadi membuat penetapan tarif terjangkau untuk standar kebutuhan pokok air minum yang telah disesuaikan dengan kemampuan membayar pelanggan yang berpenghasilan sama dengan upah minimum provinsi serta tidak melampaui 4 persen.

"Sementara untuk kualitas air yang dihasilkan, telah sesuai berdasarkan Permenkes Nomor 4 Tahun 1992 tentang mutu," ucapnya.

Masih mengenai tarif, kata Zulkifli, pihaknya selama ini telah mensubsidi untuk pelanggan Rumah Tangga (RT) II yang mencapai 20,9 persen. Sementara untuk pelanggan RT III mencapai 41,6 persen.

"Dan ini yang menjadi beban bagi perusahaan," cetusnya.

Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai Kadiv SDM PDAM Tirtanadi ini mengatakan dalam hal operasional, pihaknya membutuhkan anggaran dana yang cukup besar untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Halaman
12
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help