TribunMedan/

Pimpin BKD, Ini Program yang Akan Dilakukan Kaiman Turnip dalam Waktu Dekat

Kaiman Turnip langsung tancap gas usai dilantik sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sumut beberapa waktu lalu.

Pimpin BKD, Ini Program yang Akan Dilakukan Kaiman Turnip dalam Waktu Dekat
Tribun Medan/Nanda Fahriza Batubara
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemprov Sumut, Kaiman Turnip, saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Pangeran Diponegoro 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kaiman Turnip langsung tancap gas usai dilantik sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sumut beberapa waktu lalu.

Kaiman mengatakan, pihaknya bakal meluncurkan inovasi baru dalam penerapan sistem penilaian terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemprov Sumut.

Masuk dalam rencana aksi supervisi, BKD Pemprov Sumut akan segera menerapkan sistem pelaian bernama Sasaran Kinerja Pegawai Elektronik atau e-SKP.

Sistem ini akan menjadi tolak ukur penilaian kinerja yang berbuntut pada penetapan nilai Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) ASN.

Baca: Gubernur Melantik Lima Pemenang Lelang Jabatan, Ini Nama-namanya

Baca: Resmi, ASN Sumut Diliburkan pada Pilkada Serentak, Plt Kepala BKD Imbau Tak Perpanjang Libur

"Ini akan segera kami luncurkan. Mudah-mudahan pada Mei nanti. Setelah di-launching, kita akan terus sosialisasi. Nanti setiap SKPD lain juga harus menerapkan itu," ujar Kaiman di ruang kerjanya, Kantor BKD Pemprov Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Kamis (20/4/2017).

Menurut Kaiman, penerapan sistem berbasis elektronik untuk menilai tingkat kinerja ASN sangat efektif. Selain menekan biaya operasional, sistem ini diyakini lebih ampuh dalam menilai kinerja pegawai

Terdapat berbagai perbedaan dalam penerapan sistem e-SKP. Bila sebelumnya penilaian kinerja hanya berdasar absensi melalui finger print dan bersifat manual, nantinya para ASN akan diwajibkan mengisi apa saja pekerjaan yang dilakukannya saban hari dalam aplikasi e-SKP tersebut.

"Jadi kalau misalnya pekerjaan ASN itu driver, maka dia harus mengisi ke aplikasi itu apa saja yang dilakukannya hari itu. Contohnya mencuci mobil, ya itu yang ditulis. Kalau perkerjaannya mengetik, ya, tulis mengetik. Jadi tidak hanya berdasarkan finger print lagi," ujar Kaiman.

Kaiman mengatakan, sistem e-SKP juga sangat efektif dan lebih transparan dalam menentukan TPP tiap ASN. Sebab, sistem elektronik ini tidak dapat diintervensi pihak manapun.

"Jadi clear, tidak dapat diganggu gugat. Kalau ada yang protes terkait TPP-nya, kita tinggal tunjukkan nilai dari e-SKP itu," ujarnya.(*)

Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help