TribunMedan/
Home »

News

» Jakarta

Kasus Ahok

Ahok Dituntut 1 Tahun Penjara, Amien Rais dan Massa Aksi 313 Gagal Lengserkan Ahok

Saat Aksi 313 berlangsung, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN), Amien Rais hadir di rangkaian aksi 313, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017).

Ahok Dituntut 1 Tahun Penjara, Amien Rais dan Massa Aksi 313 Gagal Lengserkan Ahok
KOMPAS.COM/NURSITA SARI
Amien Rais, Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan Habib Rizieq berada dalam satu mobil komando saat unjuk rasa menentang penistaan agama di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016). 

TRIBUN-MEDAN.com - Basuki Tjahaja Purnama tidak akan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, seperti yang dituntut massa Aksi 313 yang dihadiri mantan Ketua Umum DPP PAN, Amies Rais.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono memastikan Ahok (sapaan Basuki) tetap sebagai Gubernur DKI Jakarta karena  Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Ahok di bawah 5 tahun.

"Tidak perlu (dinonaktifkan)," ujar Sumarsono singkat, kepada Kompas.com, Jumat (21/4/2017).

Sejak Ahok menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penodaan agama, beberapa pihak sudah menuntut agar Ahok dinonaktifkan dari jabatan gubernur.

Namun, ketika itu status Ahok masih non-aktif karena sedang cuti kampanye.

Setelah aktif kembali, pihak Kementerian Dalam Negeri kembali diminta untuk menonaktifkan Ahok.

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath, yang sekarang ditahan sebagai tersangka makar, sehari sebelum aksi 313 pada Jumat (31/3/2017), mengatakan mereka menuntut pemerintah untuk memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ahok harus diberhentikan karena menyandang status terdakwa dalam kasus dugaan penodaan agama.

"Tuntutan dari umat terkait dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 83 tentang Pemerintah Daerah di mana kami menyampaikan Presiden berkewajiban menjalankan undang-undang, yaitu seorang terdakwa harus diberhentikan dari jabatannya," kata Al-Khaththath di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (30/3/2017).

Al-Khaththath menyinggung mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang langsung ditahan dan diberhentikan setelah tersangkut kasus korupsi.

Ia menyebutkan jika Ahok tidak segera diberhentikan, akan membentuk preseden buruk bagi penegakan hukum.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help