Pembunuhan Sadis

Begini Cara Andi Lala Eksekusi Kinara Bocah 4 Tahun Selamat dari Pembantaian Sekeluarga

Kinara sempat menjalani operasi bedah saraf di kepalanya usai mendapat hantaman benda tumpul di Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Begini Cara Andi Lala Eksekusi Kinara Bocah 4 Tahun Selamat dari Pembantaian Sekeluarga
Tribun Medan/Nanda
Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung saat menjenguk Kinara di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Selasa (11/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kinara (4), satu-satunya korban selamat dalam peristiwa pembunuhan sadis satu keluarga di Jalan Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli,  kini kondisi kesehatannya mulai berangsung-angsur membaik.

Kinara sempat menjalani operasi bedah saraf di kepalanya usai mendapat hantaman benda tumpul di Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Namun, kini bocah berusia empat tahun itu masih menjalani penyembuhan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan dengan didampingi tim psikolog, psikiater, dokter anak dan dokter ahli saraf.

Jauh di Polda Sumut, Tribun mewawancarai Andi Lala di ruang penyidik lantai II gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Andi Lala mengaku tidak berniat menghabisi nyawa dan menganiaya selain Riyanto.

"Sebenarnya targetku hanya Riyanto. Aku dendam karena setelah uang 5 juta rupiah ku serahkan, tapi sabu tak kunjung datang. Padahal uang itu berasal dari uang yang memesan teralis sama ku dan sudah dikejar-kejar orang. Diminta ke Riyanto selalu di bilang nanti-nanti sama dia," ujar pria yang berprofesi sebagai tukang las, Jumat (21/4/2017).

Andi Lala terpaksa menghabisi nyawa keluarga Riyanto untuk menghilangkan jejak, termasuk memukul Kinara hingga pingsan. Sebab sekitar pukul 21.00 WIB Andi Lala sempat menghubungi Riyanto yang sedang berada di pasar malam bersama keluarganya yang diketahui Sri Ariyani.

Hal inilah yang membuat Andi Lala berniat menghabisi istri Riyanto yang sedang terlelap di kamar tidur.

"Kalau Kinara awalnya nangis jadi sempat ku pukul pakai tangan, sempat jugaku bekap mulutnya tapi tak kunjung diam, jadi kupukul besi yang kubawa ke kepalanya dua kali pakai satu tangan hingga terdiam. Nggak ada kepikiran dia tewas atau pingsan yang penting nggak nangis lagi," kata Andi Lala.

Atas perbuatannya itu, Andi Lala mengaku menyesal dan memohon maaf kepada keluarga Riyanto dan Sri Ariyani.

"Aku menyesal. Hanya bisa memohon beribu-ribu maaf sama keluarga mereka," ungkap suami dari Reni Safitri ini.

(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help