Ini Reaksi Kejati Jawa Timur Maruli Hutagalung atas Vonis Dahlan Iskan 2 Tahun Penjara

"Menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp 100 Juta, subsider 2 bulan," ujar Taksin.

Ini Reaksi Kejati Jawa Timur Maruli Hutagalung atas Vonis Dahlan Iskan 2 Tahun Penjara
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Dahlan Iskan. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta untuk Dahlan Iskan dalam kasus pelepasan aset BUMD Jawa Timur dinilai terlalu ringan, karena lebih dari separuh di bawah tuntutan jaksa.

Karena itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Maruli Hutagalung, memastikan akan melakukan banding atas vonis yang diberikan majelis hakim pengadilan Tipikor Surabaya dalam sidang vonis Jumat (21/4/2017).

"Pasti kita akan banding," kata Maruli di kantor Kejati Jawa Timur.

Menurut Maruli, vonis terhadap Dahlan seharusnya sama dengan tuntutan. Karena dalam persidangan, jaksa mampu membuktikan bahwa Dahlan melanggar dakwaan primer.

"Tapi Kejati tetap menghormati putusan hakim," tambahnya.

Oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, sebelumnya Dahlan Iskan dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp 750 juta, subsidair enam bulan kurungan, serta membayar ganti rugi negara Rp 8,3 miliar.

Dalam sidang vonis pagi tadi, Dahlan dibebaskan dari dakwaan primer pasal 2 ayat (1) Undang-undang Pembarantasan Tindak Pidana Korupsi. Tapi menghukum Dahlan dari dakwaan subsider pasal 3 undang-undang yang sama.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya memvonis Dahlan Iskan dua tahun penjara dalam kasus pelepasan aset PT Panca Wira Usaha, Jumat (21/4/2017).

Hakim ketua Taksin menyatakan terdakwa mantan Menteri BUMN itu terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsider.

Terdakwa dianggap bersalah karena tidak melaksanakan tugas dan fungsinya secara benar saat menjabat Dirut PT PWU hingga akhirnya aset yang dijual dibawah NJOP.

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help