Pembunuhan Sadis

Kisah Polisi Pemburu Andi Lala hingga ke Riau, Sehari Hanya Tidur Tiga Jam

Faisal menyebutkan pengejaran Andi Lala membutuhkan energi ekstra. Karena ia sangat lihai mengelabui petugas ketika akan ditangkap.

Kisah Polisi Pemburu Andi Lala hingga ke Riau, Sehari Hanya Tidur Tiga Jam
Tribun Medan/Mustaqim
Kasubdit III/ Jatanras Polda Sumut, AKBP Faisal F Napitupulu saat menceritakan pengalamannya, Jumat (21/4/2017) ketika mengejar Andi Lala. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pengejaran yang dilakukan tim gabungan dari Polda Sumut, Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan terhadap otak pembunuhan sekelurga di Mabar selama sepekan menimbulkan berbagai cerita.

Hal itu diungkapkan Kepala Tim Gabungan yang juga Kasubdit III/ Jatanras Polda Sumut, AKBP Fasial F Napitupulu ketika ditemui di ruangannya di lantai II gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Jumat (21/4/2017).

Faisal menyebutkan pengejaran Andi Lala membutuhkan energi ekstra. Karena ia sangat lihai mengelabui petugas ketika akan ditangkap.

Baca: Ini Kronologis Lengkapnya! Ternyata Andi Lala Membantai Sendiri Riyanto dan Keluarganya

Baca: Suherwan Peluk Erat-erat Ibunya Sebelum Pergi ke Rumah Andi Lala, Ternyata Itu Pelukan Terakhir

Para tersangka pembunuhan sadis satu keluarga, Andi Lala dan komplotannya saat menjalani pemaparan di Polda Sumut, Senin (17/4/2017)
Para tersangka pembunuhan sadis satu keluarga, Andi Lala dan komplotannya saat menjalani pemaparan di Polda Sumut, Senin (17/4/2017) (TRIBUN MEDAN / DANIL SIREGAR)

"Begitu kita ketahui Andi Lala sebagai otak pembunuhan sadis, kita langsung mencari saksi-saksi yang memiliki hubungan dengan korban. Tapi begitu tiba di suatu tempat persembunyiannya, Andi Lala sudah kabur," ungkap Faisal.

Lihainya Andi Lala menghindari petugas, membuat personel kepolisian yang masuk dalam tim gabungan ini harus bekerja keras. Bahkan terpaksa mengurangi waktu istirahat selama sepekan hingga akhirnya Andi Lala tertangkap di Riau.

"Saya dan anggota harus curi-curi waktu tidur. Sehari paling hanya dua sampai tiga jam saja. Karena setiap pencarian yang telah dilakukan harus dievaluasi," sebut mantan Kasat Intel Polresta Medan itu.

Selama melakukan pengejaran itu, dirinya dan tim yang dipimpinnya tidak sempat untuk bertemu dengan keluarga.

"Full di lapangan enggak ada pulang. Namun yang memotivasi karena dalam kasus pembunuhan itu ada anak-anak. Sehingga kita semangat untuk terus mengejar Andi Lala, bersyukur anggota juga tetap memilik semangat dalam tugas ini," ucapnya.(*)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help