Menteri Luhut 'Habis-habisan' Tentang Anies-Sandi Hentikan Proyek Reklamasi, Ini Pesannya

Luhut Binsar Pandjaitan akan menentang rencana gubernur DKI terpilih untuk menghentikan proyek reklamasi.

Menteri Luhut 'Habis-habisan' Tentang Anies-Sandi Hentikan Proyek Reklamasi, Ini Pesannya
Facebook
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan akan menentang rencana gubernur DKI terpilih untuk menghentikan proyek reklamasi.

Ia mengaku akan berbicara dengan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan- Sandiaga Uno, terkait proyek reklamasi di pantai Utara Jakarta.

Langkah Luhut ini dilakukan karena pasangan Anies-Sandi pernah berjanji akan menghentikan proyek reklamasi apabila terpilih.

Baca: Terkait Reklamasi, Anies Sebut Ahok-Djarot Tak Taat Prosedur, Djarot: Tunggu Proses Pengadilan

Baca: Anies: Pak Ahok Dukung Reklamasi, Keukeuh Langgar Aturan, Memihak Siapa?

Saat ini, hasil quick count atau hitung cepat dari berbagai lembaga survei menunjukkan Anies-Sandi unggul dari pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat.

Luhut akan berupaya agar Anies-Sandi mengurungkan niatnya untuk menghentikan proyek reklamasi.

"Kita sudah ada proses yang baru, nanti disampaikan, dilihat. Tentu harus dengan baik-baik dijelaskan. Mungkin pak Anies belum punya data yang banyak (terkait reklamasi)," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Luhut meyakini, Anies-Sandi pada akhirnya akan mengerti bahwa proyek reklamasi saat ini sangat penting dan tak perlu dihentikan.

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut Tiga Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) berpelukan usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil hitung cepat (quick count) di Kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4/2017).
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut Tiga Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) berpelukan usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil hitung cepat (quick count) di Kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4/2017). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Saya kira setelah lihat datanya dari hasil penelitian tentu akan datang dengan pikiran lebih jernih. Kita bicara untuk kepentingan nasional, kepentingan Jakarta. Karena penurunan kota Jakarta itu tiap tahun bisa 17,5 cm sampai 23 cm di beberapa tempat," ucap Luhut.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help