TribunMedan/

Aksi Menteri Susi

Menteri Susi Sedang Memburu Kapal Keruk Ini hingga Mengontak Interpol

Dari data yang ada, Kapal Seven Skies tenggelam di kedalaman 64 meter. Kapal itu tenggelam akibat ledakan yang tidak diketahui penyebabnya pada 1969.

Menteri Susi Sedang Memburu Kapal Keruk Ini hingga Mengontak Interpol
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sedang memburu kapal keruk harta karun yang kabur ke negera lain usai dipergoki petugas patroli laut Indonesia.

Dari lokasi penemuan awal, kapal jumbo tersebut sedang beroperasi di sekitar laut Anambas, Kepulauan Riau, tepat di area tenggelamnya kapal Seven Skies pada 1969 silam.

"Kapal Seven Skies adalah kapal supertanker dengan panjang 262 meter buatan Swedia," ujar Susi saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Dari data yang ada, Kapal Seven Skies tenggelam di kedalaman 64 meter. Kapal itu tenggelam akibat ledakan yang tidak diketahui penyebabnya pada 1969 silam.

Saat tenggelam, kapal Seven Skies relatif masih baru sehingga lokasinya menjadi salah satu tempat menyelam yang ditawarkan beberapa operator, termasuk dari Malaysia.

Bahkan, lokasi bangkai Seven Skies kerap didatangi wisatawan dengan menggunakan yacht dari Singapura dan Malaysia.

Selain Seven Skies, ada kerangka kapal lain yang berada di sekitar perairan Anambas. Kapal tersebut yakni kapal Igara Skies asal Jepang.

Sebelumnya, Kamis (20/4), saat Satgas 115 TNI Angkatan Laut (AL) melakukan patroli rutin, kapal tersebut ditemukan berhenti di Tarempa, Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

"Posisi kapal tersebut persisnya di batas luar teritorial laut kita, dekat Malaysia. Kami temukan sedang mengangkat kerangka kapal," kata Laksdya TNI A. Taufiq R, Kalakhar Satgas 115/ Wakasal.

Saat penggerebekan, ditemukan 20 anak buah kapal (ABK) yang saat ini sedang diamankan dan diperiksa lebih lanjut. Para ABK mengaku nakhoda kapal sedang turun ke darat.

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help