TribunMedan/

Sri Mulyani 'Top Influencer' 2017, Kalahkan Menteri Susi dan Megawati

Menteri Keuangan Sri MulyaniIndrawati tercatat sebagai top influencer, alias figur yang paling banyak dikutip pernyataannya di media.

Sri Mulyani 'Top Influencer' 2017, Kalahkan Menteri Susi dan Megawati
instagram
Susi dan Sri Mulyani 

TRIBUN-MEDAN.com - Indonesia Indicator (I2) merilis tokoh perempuan yang menjadi "top influencer" di 2017. Penilaian ini didasarkan pada 14 juta berita yang diwartakan 1.525 media online di Indonesia sepanjang 1 Mei 2016 sampai 16 April 2017.

“Influencer dapat dikatakan pihak yang berpengaruh karena penyataannya disebarluaskan oleh media, dan berpotensi membentuk opini publik,” ujar Direktur Komunikasi I2 Rustika Herlambang dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (21/4/2017).

Setahun terakhir, sambung Rustika, Menteri Keuangan Sri MulyaniIndrawati tercatat sebagai top influencer, alias figur yang paling banyak dikutip pernyataannya di media.

Nama Sri Mulyani juga baru meroket di tahun ini. Dari sebanyak 14 juta pemberitaan 1.525 media online tersebut, pernyataan Sri Mulyani Indrawati paling banyak dikutip di seluruh media berbahasa Indonesia, yakni mencapai 99.218 pernyataan.

Posisi top influencer kedua ditempati Retno Marsudi dengan 70.155 pernyataan. Posisi ketiga ditempati Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dengan 59.950 pernyataan, dan posisi keempat ditempati Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti 52.499 pernyataan.

Tokoh perempuan lainnya yang masuk 10 besar influencer media berturut-turut adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (47.533 pernyataan), dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (40.820 pernyataan).

Lalu ada Jubir KPK Yuyuk Andrianti 38.526, Menteri BUMN Rini Soemarno (33.110 pernyataan), Kabid Humas Polda Sumatra Utara Rina Sari Ginting (29.975 pernyataan), serta Menko PMK Puan Maharani (26.107 pernyataan).

“Munculnya nama-nama baru serta peningkatan jumlah perempuan dalam daftar orang paling berpengaruh dalam memberikan wacana di media patut diapresiasi. Ruang publik, setidaknya ruang pemberitaan di media semakin konsisten berupaya meningkatkan akses bagi perempuan,” ungkap Rustika.

Rustika mengungkapkan, upaya perempuan menembus paper ceilingatau tantangan agar media memberikan ruang dan mengutip pernyataan dari tokoh perempuan, di tahun ini terlihat lebih baik dari tahun lalu.

Dari hasil riset I2, 2016 lalu, pada penelurusan 100 nama teratas, hanya terdapat 5 orang perempuan. Sedangkan di tahun ini, jumlah tersebut meningkat menjadi 12 orang.

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help