Pemerkosaan

Bocah Korban Perkosaan Merangkak ke Rumah Warga dalam Kondisi Tangan dan Mulut Terlakban

"Selain menggandeng psikolog dan lembaga perlindungan anak, kami juga akan memperjuangkan petugas satu Unit PPA untuk mendampingi korban.

Bocah Korban Perkosaan Merangkak ke Rumah Warga dalam Kondisi Tangan dan Mulut Terlakban
DOKUMENTASI POLSEK AIR BATU ASAHAN
Sejumlah warga berusaha melepaskan lakban yang melilit kedua tangan PJS alias J, bocah 13 tahun korban perkosaan di ladang sawit. J diculik dari rumahnya saat tertidur pulas oleh pelaku, Jumat (21/4/2017). DOKUMENTASI POLSEK AIR BATU ASAHAN 

TRIBUN-MEDAN.com - Bocah 13 tahun korban perkosaan di ladang sawit dibawa ke salah satu rumah sakit umum yang ada di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Warga Desa Hessa Parlompongan, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, ini mengalami trauma karena sebelum diperkosa oleh pelaku dilakban tangan dan mulutnya.

Baca: Keperawanan Sarat Misteri, Ini Pandangan Ahli terkait Gadis masih Perawan atau Tidak

Baca: Sajada Novika, Dokter nan Rupawan Ini Menangis Ketakutan terkait Kematian Pasien Paini

Baca: Gempar, Diduga Unggah Foto Mesum Kapolres, Pemilik Akun Facebook Ini Ditangkap Polisi

"Selain menggandeng psikolog dan lembaga perlindungan anak, kami juga akan memperjuangkan petugas satu Unit PPA untuk mendampingi korban. Saat ini korban masih berada di rumah sakit," beber Kapolsek Air Batu Asahan, AKP Martoni, kepada Tribun Medan, Jumat (21/4/2017).

Martoni memastikan polisi berupaya keras mencari tahu identitas pelaku.

Sejauh ini polisi sudah mengetahui ciri-ciri tersangka berdasarkan keterangan korban.

"Pelaku mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro. Namun, korban tidak melihat jelas wajah pelaku," Martoni menambahkan.

Setelah memperkosanya, pelaku menelantarkan korban di ladang sawit. Dalam kondisi dilakban korban berupaya keras merangkak dari ladang sawit menuju pemukiman warga.

"Kami juga berupaya memintai keterangan sejumlah warga yang ada di lokasi. Mudah-mudahan, dari para saksi ditemukan petunjuk baru," ungkap Martoni.

Array Anarcho/tribun-medan.com

Editor: Randy Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help