TribunMedan/

JR Saragih Pertemukan Tokoh Masyarakat Nagori Bawang dan Cingkes

Tanda perdamaian dua Nagori di Dolok Silau, Kabupaten Simalungun ini dilakukan oleh Bupati Simalungun JR Saragih di Gedung Serba Guna Sekolah SMA Plus

JR Saragih Pertemukan Tokoh Masyarakat Nagori Bawang dan Cingkes
Tribun Medan/Ary
JR Saragih memimpin pertemuan tokoh masyarakat dari Nagori Bawang dan Cingkes di Gedung Serba Guna Sekolah SMA Plus Elfarina Saribu Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (25/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Bupati Simalungun JR Saragih bergerak cepat mendamaikan warga dua Nagori yang tawuran Minggu kemarin. Yakni antara warga Nagori Bawang dengan Nagori Cingkes, Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Tanda perdamaian dua Nagori di Dolok Silau, Kabupaten Simalungun ini dilakukan oleh Bupati Simalungun JR Saragih di Gedung Serba Guna Sekolah SMA Plus Elfarina Saribu Dolok.

Dihadiri hampir 150 orang dari Nagori yang bertikai yakni Nagori Bawang dengan Nagori Cingkes. Hadir pula Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberti Panjaitan, Danrem 022/PT Kolonel Inf. Gabriel Lema serta Dandim 0207 Simalungun Letkol Inf. Oni Kristiono Goendong.

Baca: Ini Kronologis Tawuran antara Warga Nagori Bawang vs Cingkes

Baca: Warga Dua Nagori Tawuran, JR Saragih Copot Camat Dolok Silau

Baca: Warga di Dua Kampung Tawuran, Bupati Simalungun Langsung Lakukan Hal Ini

"Kami selaku Pemerintahan Kabupaten Simalungun dengan Kapolres dengan Dandim dan Danrem untuk menyatukan kedua desa, kehadiran perdamaian ini sekaligus bertemu tokoh masyarakat sebanyak 150 orang dari dua Nagori di Dolok Silau," jelas Bupati Simalungun JR Saragih, Selasa (25/4/2017).

JR Saragih meminta agar bersama-sama menjadikan Kabupaten Simalungun adalah suasana kondusif.

"Saya bermohon tidak lagi ada kejadian, desa Cingkes dan desa Bawang harus merasa nyaman malam ini dan seterusnya," tambahnya.

Diakuinya lagi, demi menjaga keamanan maka Brimob, Satpol dan TNI tetap menjaga suasana keamanan sehingga, masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Baginya, yang salah tetap berhadapan dengan hukum dan tidak ada mencari kesalahan orang lain.

Orang nomor satu di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini menegaskan semua pengobatan dijamin Pemerintahan Kabupaten Simalungun karena tujuannya untuk kondusif.

"Untuk persoalan ganti rugi soal kedai kopi yang dibakar warga sedang dikaji, bila dari hasil penyidikan pemilik kedai tersebut ikut terlibat maka kami tidak bertanggung jawab tapi sebaliknya bila tak terbukti bersalah maka kami selaku Pemerintahan Kabupaten Simalungun akan tanggung jawab. Biarlah proses hukum diserahkan kepada kepolisian," urainya.

Sementara itu, Danrem 022/PT Kolonel Inf. Gabriel Lema menambahkan pihaknya tetap bersiaga penuh dalam menjaga keamanan usai terjadinya tawuran.

"Sesuai permintaan ada dua peleton, keberadaan ini dalam mengawal kenyamanan hidup, tidak ada lagi rasa trauma. Semoga malam ini sudah nyaman untuk masyarakat," tutupnya.

Penulis: M Azhari Tanjung
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help