Ngopi Sore

Kado Pahit Hari Bumi dan Desan Ungkap Tragedi Air Keras

Nun jauh di seberang Negeri Paman Sam ini, sejumlah orang dari Bumi Pertiwi juga turut menyuarakan hal yang sama.

Kado Pahit Hari Bumi dan Desan Ungkap Tragedi Air Keras
IST/KOLASE TRIBUNWOW
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017). Insert kanan luka akibat air keras di wajah Novel. 

BUMI, planet yang mengitari Matahari dari belakang Venus ini disebut sudah tua.

Berdasarkan penelitian ilmiah tim ahli geokimia Universitas California, Los Angeles (UCLA), bumi setidaknya sudah ada sejak 4,1 miliar tahun silam. Sedangkan penelitian lain menyebut bumi sudah berumur 4,5 miliar tahun. A

da juga yang mengemukakan teori berdasarkan hukum termodinamika, bahwa bumi baru berusia ratusan juta tahun. Pendapat Ini dilontarkan fisikawan William Thomson atau Lord Kelvin pada 1862 silam.

Perkiraan para ilmuan dengan segala bukti-buktinya tersebut belum termasuk perkiraan usia bumi bila dikaji dari sudut pandang kepercayaan dan agama manusia.

Bisa saja berbeda-beda. Namun, yang pasti bumi sudah ada jauh hari sebelum penemuan nan menggemparkan KPK; kasus mega korupsi proyek e-KTP.

Terlepas dari berapapun usianya, bumi hingga detik ini masih menjadi satu-satunya wadah bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Belum ada yang dapat menggantikan posisi itu, meskipun sejumlah penelitian teranyar menggemborkan temuan planet lain yang memiliki unsur menyerupai bumi. Namun yang jelas, mimpi memiliki bumi baru belum dapat diwujudkan manusia sampai kini.

Manusia, mau tak mau, terus didorong agar semakin sadar dengan kondisi ini; bumi sudah tua. Gagasan demi gagasan pun mencuat, hingga timbul ide mengampanyekan aksi konservatif terhadap bumi. Umat manusia diajak lebih peduli dan menghargai bumi dengan segala isinya.

Pergerakan pun memuncak. Gelombang orang turun ke jalanan Amerika Serikat pada 22 April 1970 silam. Aksi ini akhirnya diperingati sebagai Earth Day atau Hari Bumi.

Nun jauh di seberang Negeri Paman Sam ini, sejumlah orang dari Bumi Pertiwi juga turut menyuarakan hal yang sama. Peringatan ini konsisten digelar sejumlah elemen tiap tahunnya.

Berbagai aksi bermunculan jelang dan saat Hari Bumi diperingati pada 22 April. Tahun ini, Peringatan Hari Bumi jatuh pada Sabtu lalu, tepatnya empat hari sebelum seekor Gajah Sumatra liar ditemukan tewas akibat jeratan di areal kebun PT PISS, Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumut.

Halaman
123
Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved