TribunMedan/

NEWS VIDEO: Begini Suasana di Kampung Bali Langkat

Kampung Bali ini, sudah berdiri sejak tahun 1974. Adapun penghuni kampung ini mayoritas warga yang bertransmigrasi dari Pulau Dewata Bali.

NEWS VIDEO: Begini Suasana di Kampung Bali Langkat
Tribun Medan/Ryan Juskal
Kampung Bali di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sumatera Utara memiliki berbagai kawasan wisata yang menarik. Tidak hanya wisata alam dan kuliner, provinsi ini juga terkenal dengan wisata budaya.

Ya, beranjangsana ke salah satu kabupaten di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Langkat terdapat salah satu perkampungan yang diberi nama Kampung Bali.

Kampung Bali ini, sudah berdiri sejak tahun 1974. Adapun penghuni kampung ini mayoritas warga yang bertransmigrasi dari Pulau Dewata Bali, yang merupakan korban meletusnya Gunung Agung.

Memasuki kawasan ini, tak heran, apabila pengunjung merasakan seperti datang ke Pulau Bali yang sesungguhnya.

Budaya khas Bali masih kental bagi warga Kampung Bali Langkat. Setiap rumah masih dihiasi dengan Sanggah, yakni tempat sembahyang umat Hindu di Bali. Di kampung inu juga ditemukan pure besar, yakni Pure Duringin dan Pure Agung Widya Lokanata, pure ini dibuka untuk umum.

Semua warga Hindu dapat bersembahyang ke dalam pure ini. Walaupun tidak beragama Hindu, pengunjung juga bisa memasuki pure ini. Namun, sebelumnya harus mensucikan diri dan ditemani guide dari Kampung Bali.

Masuk ke dalam pure juga harus melepas alas kaki, tidak boleh merokok, menjaga ucapan dan bagi wanita yang berhalangan, tidak diizinkan memasuki pure.

I Nyoman Sutejo selalu Ketua Pengutipan Pendapatan Dusun Kampung Bali mengatakan, di dalam Kampung Bali, tidak hanya diisi warga Hindu keturunan dari Bali.

Namun, juga ada warga yang bersuku Jawa, Batak Toba, dan Batak Karo.

Dari 80 Kepala Keluarga di Kampung Bali, kata I Nyoman, sebanyak 34 Kepala Keluarga di Kampung Bali, diisi umat Hindu dari Pulau Bali. Sedangkan selebihnya, terbagi antara suku Batak, Jawa dan Karo.

"Di sini memang mayoritas suku Bali, tapi ada suku Batak, Jawa dan Karo. Ada agama Hindu, Islam dan Kristen. Kami semua rukun di sini. Bahkan, sudah banyak juga yang menikah dengan berbeda agama. Kami menerima itu, kami sangat menjunjung tinggi perbedaan," ujarnya.(*)

SAKSIKAN VIDEONYA:

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help