TribunMedan/

Pecatur Dairi Berterima Kasih Bisa Bertanding Dengan Pecatur Bergelar Master Nasional

"Terima kasih banyak kepada Dr Eddy Berutu yang mendatangkan pecatur bergelar Master Nasional sehingga kami mendapatkan kesempatan untuk menimba..."

Pecatur Dairi Berterima Kasih Bisa Bertanding Dengan Pecatur Bergelar Master Nasional
Tribun Medan / HO
Dr Eddy KA Berutu saat menutup turnamen catur di Sidikalang beberapa lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com - Berakhir sudah Turnamen Catur Perorangan Terbuka memperebutkan Piala Eddy Berutu yang diselengarakan Yayasan V Berutu bekerjasama dengan Percasi Sumut di Kota Sidikalang.

Pada gelaran turnamen ini pecatur Dairi dan pecatur lokal lainnya dipertemukan dengan delapan pecatur bergelar Master Nasional yaitu MN Sukarnedi, MN Zulfikar Panjaitan, MN Binsar Siahaan, MN Jamata Naibaho dan MN Maruhum Manalu. Selain itu juga diikuti dua pecatur Master Percasi yakni MP Marihot Simanjuntak dan MP Sarmadoli Siringo-ringo.

Atlit catur Luddin Girsang yang memperoleh predikat juara di 2 Kategori, yakni juara 2 pada katagori umum dan Juara 1 pada katagori atlet Dairi mengutarakan banyak terima kasih atas kesempatan bertemu dengan para pecatur bergelar Master Nasional dalam turnamen ini.

Baca: NEWSVIDEO: Pertama di Indonesia, Ini Museum Uang yang Isinya Terkait dengan . . .

Baca: Eddy Berutu dan Luhut Matondang Bersepakat Hal Inilah yang Utama Membangun Dairi

Baca: Profesional dan Pebisnis Tingkat Nasional Ini Sampaikan Niatnya Membangun Dairi

"Terima kasih banyak kepada Dr Eddy Berutu yang mendatangkan pecatur bergelar Master Nasional sehingga kami mendapatkan kesempatan untuk menimba pengalaman dan teknik bercatur yang baik bahkan menjadi inspirasi bahwa pecatur lokal juga dapat mengalahkan Master Nasional," ujarnya, Rabu (2/5/2017).

Dalam turnamen ini terbukti pecatur lokal dari Kabupaten Karo berusia 65 tahun, Mestika Bangun berhasil menumbangkan pecatur dari Jakarta pemegang gelar Master Catur Nasional bernama Zulfikar Panjaitan. "Rasanya bangga bisa mengalahkan pemegang gelar Master Catur Nasional, baru kali ini pernah saya rasakan begini," ujar Mestika Bangun.

Ia mengutarakan bahwa kunci keberhasilanya mengalahkan Zulfikar tidak terlepas dari persiapannya selama dua minggu.

Halaman
12
Penulis: Royandi Hutasoit
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help