TribunMedan/

Mercy Mulai 'PDKT' ke Pasar Anak Muda

Kampanye "Grow up" ini jadi kampanye global dari Daimler, untuk memperkenalkan deretan produk New Generation Compact Cars (NGCC)...

Mercy Mulai 'PDKT' ke Pasar Anak Muda
(Stanly/KompasOtomotif)
Mercedes-Benz CLA 200 Grow Up 

TRIBUN-MEDAN.com - Ikut dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017, ada yang unik dari booth Mercedes Benz, di mana ada penampakan model CLA 200 AMG Line, dengan balutan desain kekinian, yang jelas tersurat kesan “muda”. Ini merupakan buah karya dari Sir Dandy Harrington, seniman dan musisi asal Bandung.

Seolah mendongkrak citra “mature” yang selama ini menempel pada merek sekelas Mercedes Benz, ternyata model tersebut merupakan sebuah kampanye “Grow up”. Di mana merek mobil mewah asal Jerman ini berencana membangun hubungan dengan millennial.

Kampanye "Grow up" ini jadi kampanye global dari Daimler, untuk memperkenalkan deretan produk New Generation Compact Cars (NGCC), yang disebut-sebut sukses di pasar Indonesia dan dianggap sebagai salah satu gerbang masuk menjadi keluarga Mercy, modelnya seperti CLA, GLA, dan CLA Shooting Break.

“Dengan kampanya ini, Mercy mengambil langkah pendekatan baru untuk komunikasi pemasaran. Iklan pada kampanye "Grow up” menawarkan konsep mobil yang berbeda dari biasanya, dengan warna mobil lebih cerah, penggunaan CI (Corporate Identity) tak biasa, serta logo yang terletak lebih dinamis,” ujar Hari Arifianto, Deputy Director Marketing Communications PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Kamis (4/5/2017).

Baca: Tragis Perempuan Fotografer Militer AS Abadikan Kematiannya Sendiri

Hari menambahkan, pihaknya menganggap generasi muda bangsa ini sebagai aset penting, dan Mercy ingin berkomunikasi dengan mereka. Karena itu, kampanye ini menawarkan hal yang berbeda dalam media komunikasinya, dengan membawa tema seperti #GetMarried #GetAJob #BeResponsible #RespectEderly dan lain-lain.

Sir Dandy mengaku tertarik dengan tantangan-tantangan yang diberikan oleh Mercedes Benz. “Di sini saya menciptakan karya yang sesuai dengan karakter, lebih banyak unsur pasangan muda, serta wilayah-wilayah kreatif lainnya, seperti seni musik dan olah raga." ujar Sir Dandy.

"Saya banyak memainkan warna-warna dalam desain ini, karena saya diberikan kebebasan dalam mendesain. Proses pembuatan karaya seni ini saya balik, dan diluar kebiasaan saya, tapi itulah tantangan nya," tutup Sir Dandy.  (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help