Home »

News

» Jakarta

Pilgub Jakarta

Sandiaga Terperangah Ditanya Intervensi JK yang Mengkudetanya Sebagai Cagub

"Saya lebih baik enggak usah komentar deh, karena itu politik tingkat tinggi ya. Saya fokus di Jakarta saja," kata Sandi.

Sandiaga Terperangah Ditanya Intervensi JK yang Mengkudetanya Sebagai Cagub
tribunnews
Anies-Sandi dan Jusuf Kalla. (tribunnews) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sempat terperangah atau diam sesaat ketika ditanya mengenai intervensi Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengkudeta dirinya sebagai cagub digantikan Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta.

Saat itu, Kompas.com menanyakan bagaimana cerita di balik intervensi JK untuk memilih Anies yang awalnya tidak terlalu diminati oleh partai politik pengusung Sandi.

Baca: Jusuf Kalla Buka-bukaan Kudeta Sandiaga sebagai Cagub Diganti Anies, Beber Fakta Mengejutkan

Cerita itu terungkap dalam pidato Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan pada seminar nasional kebangsaan Gerakan Muballigh dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

"Saya lebih baik enggak usah komentar deh, karena itu politik tingkat tinggi ya. Saya fokus di Jakarta saja," kata Sandi yang diawali dengan diam sesaat kemudian tersenyum kecil, Rabu (3/5/2017).

Baca: Mengerikan, Hati-hati Pakai Henna Akibatnya Fatal, Seperti Dialami Wanita Ini

Tidak banyak yang diceritakan Sandi soal intervensi JK.

Akibat intervensi JK, Prabowo Subianto yang sebelumnya sudah menetapkan pasangan calon gubernur yang diusung, yakni Sandiaga Uno dan politikus PKS, Mardhani AIi Sera, bubar.

Koalisi Gerindra PKS akhirnya mengugurkan Mardhani AIi Sera, dan posisinya sebagai calon wakil gubernur diisi Sandiaga. Sedangkan Cagubnya diisi wajah baru atas utusan JK, Anies Baswedan.  Artinya intervensi JK mengakibatkan kudeta Sandiaga sebagai cagub dan Mardhani sebagai cawagub.      

Baca: Bripka Edward Tega Umpankan Pacar untuk Rayu Bripka Jenli, lalu, . . .

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help